Detak Media — PT Pertamina (Persero) memperkuat pemberdayaan desa melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) yang menggabungkan pengembangan energi terbarukan dan penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian energi sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Program DEB menyesuaikan pemilihan sumber energi dengan potensi lokal dan menyediakan fasilitas penunjang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga. Pendekatan ini ditujukan tidak hanya untuk mendukung transisi energi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang usaha baru di tingkat desa.
Capaian Program Hingga Pertengahan 2026
Hingga akhir Maret 2026, Pertamina telah mengembangkan DEB di 262 desa di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur yang dibangun meliputi tenaga surya dengan kapasitas total 1.302.700 watt-peak (Wp), produksi biogas dan biometana sebesar 959.302 meter kubik per tahun, serta pembangkit mikrohidro berkapasitas 52.500 watt.
Implementasi energi bersih dari program ini berdampak pada sektor pangan dan usaha. Sepanjang 2025, DEB tercatat mendorong peningkatan produksi pangan sebanyak 21.357 ton per tahun. Selain itu, pemanfaatan energi terbarukan turut memacu tumbuhnya UMKM sebagai penggerak ekonomi desa.
Kontribusi Terhadap Emisi dan Penerima Manfaat
Program ini juga menyasar pengurangan emisi gas rumah kaca. Sampai dengan Juni 2026, DEB berhasil menurunkan emisi sebesar 72.979 ton CO₂e per tahun sebagai bagian dari dukungan terhadap target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.
Sampai saat ini, manfaat langsung DEB telah dirasakan oleh 96.925 orang. Jika dihitung bersama berbagai program pemberdayaan masyarakat lain yang dijalankan Pertamina, total penerima manfaat mencapai 283.841 orang.
Respons Perusahaan
“Melalui Program Desa Energi Berdikari, Pertamina menghadirkan energi bersih yang mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Energi yang tersedia membantu meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa,”
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa transisi energi harus memberikan kesejahteraan nyata bagi masyarakat. Menurutnya, Pertamina akan terus memperluas DEB agar lebih banyak desa memperoleh manfaat akses energi, peningkatan ekonomi, dan ketahanan pangan.
“Bagi Pertamina, transisi energi harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami akan terus mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Baron.
Ikuti Detak Media
