— Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan program revitalisasi sejumlah kawasan ekonomi lama untuk mendorong kota menjadi bagian dari 50 besar kota global. Blok M, Pasar Baru, Kota Tua, Glodok, dan Tanah Abang diproyeksikan menjadi simpul baru ekonomi urban, wisata, perdagangan, dan ruang publik kreatif.

Gubernur Pramono Anung Wibowo mengatakan upaya tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur besar, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan bersejarah yang punya nilai ekonomi dan sosial. Menurutnya, kawasan lama yang terkoneksi transportasi publik dapat menjadi penggerak baru ekonomi kota.

Contoh Kebangkitan Blok M

Salah satu contoh yang mulai bergerak kembali adalah Blok M, Jakarta Selatan. Kawasan yang sempat surut itu kini kembali ramai sebagai destinasi kuliner, pusat kegiatan anak muda, dan ruang bagi UMKM.

Enggartiasto Lukita menilai kebangkitan Blok M menunjukkan kawasan lama dapat pulih bila dikelola dengan pendekatan tepat. “Saat ini, tidak hanya warga Jakarta saja, tetapi juga orang Bekasi, orang Depok, orang Tangerang, mereka bisa berwisata ke Blok M, sehingga kawasan itu bangkit menjadi tujuan wisata dan menggerakkan UMKM,” ujarnya.

Pola Pengembangan Kawasan Lain

Pramono menyatakan keberhasilan Blok M tak lepas dari kemudahan akses transportasi. Pola serupa akan diterapkan pada Pasar Baru, Glodok-Pecinan, dan Kota Tua sehingga kawasan-kawasan itu berpotensi menjadi tujuan ekonomi dan wisata jika aksesnya diperkuat.

Ia menyampaikan Pasar Baru berpeluang dikembangkan seperti Myeongdong di Korea Selatan, dengan membuka sepanjang kawasan untuk aktivitas kuliner, perdagangan, dan wisata jalan kaki, asalkan didukung akses transportasi memadai. “Saya membayangkan Pasar Baru itu akan menjadi seperti Myeongdong. Nanti sepanjang jalan kita buka untuk resto, kita permudah akses ke sana,” kata Pramono.

Pramono juga membedakan segmentasi tiap kawasan. “Kota Tua nanti akan menjadi benar-benar yang middle up, karena memang tempatnya adalah heritage. Sedangkan di Pasar Baru, middle. Mungkin middle low. Di Blok M tetap seperti sekarang,” ujarnya.

Penataan Tanah Abang

Pemprov DKI menyiapkan penataan Tanah Abang agar kembali menjadi pusat grosir terbesar di Asia Tenggara. Rencana itu mencakup integrasi pola belanja langsung dan penjualan digital untuk menghindarkan gesekan antara pedagang konvensional dan pelaku penjualan daring.

Berdasarkan ringkasan diskusi, Pemprov sedang merancang peta jalan penataan Tanah Abang dengan tujuan mengintegrasikan sistem belanja langsung dan pemasaran digital secara berkeadilan.

Ruang Publik dan Aktivitas Kota

Selain pusat perdagangan, Pemprov mendorong pemanfaatan ruang kota yang kurang produktif. Kawasan kolong flyover di beberapa titik akan diubah menjadi sasana tinju, area skateboard, taman, dan dinding mural. Taman Puring disiapkan menjadi taman bermain ramah difabel.

Pramono menegaskan pembangunan Jakarta tidak harus selalu berupa proyek mercusuar. “Yang lebih penting adalah menghadirkan ruang publik yang bermanfaat langsung bagi warga dan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Target Peringkat Kota Global

Revitalisasi kawasan lama terkait target Jakarta masuk 50 besar kota global. Pramono menyebut peringkat Jakarta naik dari posisi 74 menjadi 71 dalam 10 bulan dari 156 kota global dan menargetkan menembus 50 besar pada 2030 serta 20 besar pada 2045.

Menurut Pramono, perbaikan konsisten pada infrastruktur, ruang publik, ekonomi inklusif, transportasi terintegrasi, dan keberagaman budaya diperlukan untuk bersaing dengan kota-kota global. “Kalau dikerjakan dengan serius, sungguh-sungguh, dan kemudian konsisten, sebenarnya perbaikan itu bisa dilakukan,” katanya.

Konektivitas Antarpusat Kegiatan

Pemprov turut menyiapkan interkoneksi antarpusat kegiatan untuk mendukung konektivitas kawasan. Di Bundaran HI disiapkan koridor bawah tanah yang menghubungkan hotel dan pusat kegiatan menuju MRT. Di Dukuh Atas, rencana pedestrian deck akan mengintegrasikan enam moda transportasi, termasuk LRT, MRT, KRL, Transjakarta, dan Kereta Bandara.

Konektivitas serupa juga akan diterapkan pada pusat belanja yang berdekatan, seperti antara Plaza Senayan dan Senayan City, dengan tujuan mengurangi hambatan mobilitas dan memperkuat daya tarik kota.

Revitalisasi sebagai Instrumen Ekonomi

Strategi revitalisasi tidak hanya bertujuan mempercantik wajah kota, melainkan menjadi instrumen ekonomi. Kawasan-kawasan yang disasar diharapkan menjadi ruang pertumbuhan baru bagi UMKM, perdagangan, kuliner, wisata, dan ekonomi kreatif.

Pramono menegaskan Jakarta harus tetap terbuka, kompetitif, dan nyaman bagi semua. “Jakarta terbuka bagi siapa saja. Dengan kompetisi, kerja keras, dan sungguh-sungguh, orang mempunyai kesempatan untuk membangun dirinya dan sekaligus juga membangun Jakarta,” tuturnya.