— Pertumbuhan sektor properti dan meningkatnya perhatian terhadap kenyamanan hunian membuka ruang bagi pengembangan pasar perangkat pengatur suhu, termasuk water heater. Meski demikian, penetrasi penggunaan di Indonesia masih rendah, diperkirakan belum mencapai 10% dari total rumah tangga.

Product Manager Ariston Indonesia, Nadya Swadani, mengatakan kondisi itu menunjukkan peluang pertumbuhan yang cukup besar, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung yang cenderung lebih cepat mengadopsi perangkat tersebut.

Permintaan Terkonsentrasi Di Perkotaan

Nadya menyebut penggunaan water heater saat ini lebih terkonsentrasi di wilayah perkotaan karena akses informasi, perkembangan hunian, serta perhatian konsumen terhadap desain dan kenyamanan rumah. Perubahan kebutuhan hunian mendorong produsen menawarkan variasi produk berdasarkan jenis, harga, kapasitas, dan konsumsi energi.

Produk tidak hanya ditujukan untuk rumah tangga, tetapi juga proyek apartemen, perhotelan, dan bangunan komersial.

Strategi Di Pameran IndoBuildTech 2026

Dalam pameran IndoBuildTech 2026 di ICE BSD City, Ariston menargetkan kenaikan penjualan sekitar 10%–15% dibandingkan pameran sebelumnya. Nadya menyatakan respons pengunjung sejak hari pertama cukup baik, dengan kunjungan dan transaksi yang menunjukkan minat terhadap perangkat kenyamanan meski konsumen semakin selektif terhadap harga dan konsumsi listrik.

Perusahaan menawarkan diskon hingga 55% untuk produk tertentu dan program instalasi gratis dengan syarat ketentuan berlaku. Selama pameran, Ariston memamerkan kategori produk seperti electric storage dan instant water heater, gas heater, heat pump, solar water heater, serta pendingin udara (AC).

Preferensi Konsumen dan Varian Produk

Menurut Nadya, storage water heater masih paling diminati karena kombinasi harga dan kebutuhan daya listrik yang relatif dapat diterima pasar lebih luas. Ketersediaan varian berdaya rendah dinilai penting untuk memperluas penetrasi, termasuk bagi konsumen yang khawatir terhadap konsumsi listrik; Ariston menyediakan varian mulai dari 150 watt.

Perusahaan juga memperkenalkan generasi terbaru electric storage water heater, Andris 3, yang dilengkapi fitur keselamatan, perlindungan tangki dan elemen pemanas, perlindungan antibakteri, serta varian yang mendukung konektivitas Wi-Fi lewat aplikasi Ariston NET untuk pengaturan suhu dari jarak jauh.

Instalasi Jadi Tantangan

Nadya mengingatkan bahwa pemasangan water heater memerlukan infrastruktur berbeda dibanding perangkat elektronik biasa. Untuk storage, dibutuhkan jalur air dingin dan panas, instalasi listrik sesuai, serta keran pencampur; tangki harus terisi penuh sebelum dinyalakan untuk mencegah kerusakan elemen pemanas.

Kebutuhan instalasi ini menjadi tantangan pada rumah lama yang tidak dirancang memiliki jalur air panas. Sebaliknya, proyek perumahan, apartemen, hotel, dan bangunan komersial baru lebih mudah mengakomodasi sistem air panas sejak tahap perencanaan.

AC Sebagai Gerbang Distribusi

Selain water heater, Ariston mulai memasarkan AC di Indonesia sejak 2024 untuk memperluas akses ke distributor dan toko yang selama ini lebih banyak menjual perangkat pendingin udara. Strategi ini dimaksudkan agar jaringan distribusi yang menjual AC dapat diperkenalkan juga pada produk pemanas air.

Nadya menjelaskan kontribusi AC terhadap bisnis saat ini masih relatif kecil dan lebih banyak berupa produk standar yang mempertimbangkan preferensi konsumen Indonesia terhadap harga awal. Meski AC inverter menawarkan efisiensi energi jangka panjang, pilihan konsumen sering dipengaruhi oleh harga pembelian awal. Jika penerimaan pasar meningkat, perusahaan membuka kemungkinan menambah varian AC inverter dan berdaya rendah.

Nadya juga menyebut sekitar 60%–70% pengunjung yang berinteraksi dengan Ariston selama IndoBuildTech berasal dari segmen bisnis-ke-bisnis (B2B), terutama pelaku proyek, sementara sisanya konsumen ritel.