Detak.media — Para analis memperkirakan harga emas akan bergerak di sekitar level US$4.000 per troy ounce hingga akhir 2026. Proyeksi ini menyoroti pengaruh perkembangan konflik AS-Iran serta dinamika suku bunga terhadap permintaan aset safe haven tersebut.
Rhona O’Connell, Kepala Analisis Pasar untuk EMEA & Asia di StoneX, menyampaikan proyeksi itu dalam sebuah laporan pada 11 Juli 2026. Menurutnya, harga emas sempat turun di bawah US$4.000 pada akhir Juni 2026 karena pelaku pasar menahan diri dari investasi baru.
“Kami memperkirakan harga emas akan berada di bawah US$4.000 pada akhir tahun,” tulis O’Connell.
O’Connell menyebutkan pelemahan terbaru terutama disebabkan oleh ketidakpastian yang berlangsung terkait perang AS-Iran. Ia juga mengaitkan pergerakan emas dengan tekanan pada pasar saham; pada awal Juni, S&P sempat turun hampir 5% dalam satu minggu.
“Hal ini dikombinasikan dengan penurunan ekuitas, S&P turun hampir 5% dalam satu minggu di awal Juni (emas adalah penangkal risiko utama dan ketika terjadi pelemahan yang signifikan pada ekuitas),”
Dalam penilaiannya, peran tradisional emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi kini bergeser oleh faktor mitigasi risiko pasar. StoneX juga menekankan bahwa pergerakan harga emas sangat dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga.
“Pasar swap memperkirakan peluang 30% kenaikan suku bunga 25 poin pada kuartal keempat dan dengan angka PCE inti terbaru yang mencapai 3,5%, dapat dikatakan bahwa target 2% mungkin akan menjadi masa lalu. Untuk saat ini, emas masih menghindari kenaikan suku bunga,”
Soal prospek jangka panjang, O’Connell menyatakan bahwa penyelesaian krisis transportasi energi di Selat Hormuz akan menjadi faktor penting. Ia juga mencatat bahwa sebagian pemegang posisi lemah atau spekulatif kemungkinan sudah keluar dari pasar selama enam bulan terakhir, memberi ruang bagi potensi kenaikan.
“Sebagian besar pemegang emas yang lemah dan/atau spekulatif hampir pasti telah tersingkir selama enam bulan terakhir dan ini memberi emas ruang untuk kenaikan. Untuk saat ini, kita hanya bisa menunggu dan melihat,”
O’Connell menambahkan bahwa jika harga bertahan di sekitar US$4.000 selama beberapa minggu ke depan, kondisi itu bisa menarik kembali pembeli fisik. Sektor resmi, menurutnya, tetap memperhatikan peranan emas sebagai lindung nilai umum, termasuk terhadap depresiasi mata uang.
“Jika (harga emas) bertahan di sekitar US$4.000 selama beberapa minggu ke depan, ini mungkin akan menarik kembali pembeli fisik, sementara sektor resmi tetap memperhatikan manfaat emas sebagai lindung nilai secara umum tetapi juga terhadap perdagangan penurunan nilai mata uang,”
Ikuti Detak.media
