Detak.Media — Harga BYD M6 bekas di pasar mobil daring Indonesia terpantau masih stabil di kisaran Rp 317 juta hingga Rp 345 juta per Jumat (17/4/2026). Rentang harga tersebut berlaku untuk unit produksi 2024 dan 2025, bahkan pada kendaraan yang sudah menempuh jarak operasional di atas 20.000 kilometer.
Stabilnya banderol ini menjadi perhatian karena bertolak belakang dengan anggapan umum bahwa mobil listrik mengalami depresiasi tajam pada tahun-tahun awal pemakaian.
Dari penelusuran sejumlah platform jual beli mobil bekas, unit M6 varian Superior tahun 2024 dengan odometer di atas 20.000 km ditawarkan di kisaran Rp 320 jutaan. Sementara unit produksi 2025 dengan jarak tempuh lebih dari 40.000 km masih dilepas sekitar Rp 317 juta. Adapun unit tahun yang sama dengan jarak tempuh sekitar 20.000 km dipasarkan hingga Rp 345 juta.
Variasi harga ini terutama dipengaruhi oleh jarak tempuh, kondisi fisik, kelengkapan dokumen, serta riwayat servis.
Sebagai pembanding, harga baru M6 saat pertama kali dipasarkan berada di:
- Standard: Rp 383 juta
- Superior: Rp 423 juta
- Superior Captain: Rp 433 juta
Dengan harga bekas di atas Rp 300 juta, artinya depresiasi riil yang terjadi pada M6 masih berada di kisaran 18–25 persen dalam 1–2 tahun pemakaian, lebih rendah dibandingkan proyeksi umum mobil listrik yang bisa menyusut hingga 40–50 persen dalam tiga hingga empat tahun.
Variasi Harga BYD M6 Bekas di Pasar Daring
Selain kisaran Rp 317–345 juta, ditemukan pula penawaran yang lebih rendah tergantung kondisi unit.
Beberapa contoh yang terpantau:
- M6 Standard 7-seater tahun 2025, kilometer 5.000–10.000 km: Rp 275–282 juta
- M6 Standard 7-seater tahun 2024, kilometer 0–5.000 km: sekitar Rp 300 juta
- M6 Superior 7-seater tahun 2024, kilometer 5.000–10.000 km: Rp 325 juta
- M6 Superior Captain 6-seater, kilometer 20.000–25.000 km: Rp 325 jutaan
Harga di bawah Rp 300 juta umumnya berasal dari varian Standard dengan jarak tempuh rendah, atau unit yang dijual cepat (quick sale).
Faktor yang Menahan Nilai Jual
Pada pasar mobil bekas, ada sejumlah faktor yang membuat BYD M6 relatif mampu menahan penurunan nilai jualnya. Salah satunya adalah posisinya sebagai MPV listrik tujuh penumpang yang hingga kini belum memiliki banyak pesaing langsung di kelas harga serupa.
Kondisi ini membuat permintaan terhadap model tersebut tetap terjaga, terutama dari konsumen keluarga yang menginginkan kendaraan listrik berkapasitas besar tanpa harus menunggu inden unit baru. Tingginya minat terhadap unit baru di diler resmi ikut mendorong sebagian calon pembeli melirik pasar bekas sebagai alternatif yang lebih cepat didapat.
Selain itu, reputasi teknologi Blade Battery yang digunakan turut berperan dalam membangun kepercayaan pasar. Baterai jenis ini dikenal memiliki standar keamanan tinggi terhadap risiko panas berlebih dan kebakaran, sehingga mengurangi kekhawatiran umum konsumen terhadap mobil listrik bekas.
Biaya operasional yang jauh lebih rendah dibanding MPV bermesin bensin di kelas yang sama juga menjadi pertimbangan rasional pembeli. Ditambah lagi, mayoritas unit bekas yang beredar masih berada dalam periode garansi baterai pabrikan yang umumnya mencapai delapan tahun, sehingga memberi rasa aman tambahan bagi pemilik berikutnya.
Kombinasi faktor ketersediaan unit, kepercayaan terhadap teknologi, serta efisiensi biaya inilah yang membuat harga bekas M6 tidak tergerus tajam.
Spesifikasi yang Masih Relevan
Dari sisi spesifikasi, M6 masih tergolong sangat relevan untuk kebutuhan keluarga perkotaan maupun perjalanan antarkota. MPV ini memiliki dimensi panjang 4.710 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.690 mm, dengan jarak sumbu roda 2.800 mm yang memberikan ruang kabin lapang untuk tujuh penumpang.
Varian Standard dibekali baterai berkapasitas 55,4 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 420 kilometer dalam satu kali pengisian penuh. Sementara varian Superior dan Superior Captain mengusung baterai lebih besar 71,8 kWh dengan jarak tempuh hingga 530 kilometer.
Performa akselerasinya pun masih kompetitif, yakni 0–100 km/jam dalam 10,1 detik untuk varian Standard dan 8,6 detik pada varian Superior. Kemampuan pengisian cepat arus searah (DC fast charging) yang memungkinkan pengisian daya dari 30 hingga 80 persen dalam waktu sekitar setengah jam membuatnya tetap praktis digunakan dalam mobilitas harian.
Pertimbangan Membeli BYD M6 Bekas
Bagi calon pembeli yang mempertimbangkan unit bekas, pemeriksaan kondisi baterai menjadi aspek yang paling krusial. Pemeriksaan ini idealnya dilakukan melalui diagnosa di bengkel resmi untuk mengetahui tingkat kesehatan baterai secara akurat. Riwayat servis berkala juga perlu ditelusuri untuk memastikan kendaraan mendapatkan perawatan sesuai standar pabrikan.
Selain itu, status garansi baterai dan motor listrik perlu dipastikan masih aktif, karena komponen inilah yang memiliki nilai paling besar pada mobil listrik. Riwayat pola pengisian daya juga patut diperhatikan, mengingat penggunaan pengisian cepat secara terlalu sering dalam jangka panjang dapat memengaruhi degradasi baterai.
Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, pembelian M6 bekas dapat tetap memberikan nilai ekonomis sekaligus ketenangan bagi pemilik barunya.
Meski mobil listrik dikenal mengalami depresiasi tajam, data pasar menunjukkan M6 menjadi pengecualian. Stabilitas harga ini mengindikasikan bahwa kepercayaan konsumen terhadap MPV listrik keluarga mulai terbentuk, dan pasar bekasnya pun mulai matang.






