Detak.Media — Versi terbaru BYD Atto 1 resmi diperkenalkan di Tiongkok melalui nama domestiknya, BYD Seagull, dalam gelaran Beijing Auto Show pada Mei 2026. Pembaruan yang dibawa tidak sekadar kosmetik, tetapi menyentuh teknologi bantuan mengemudi, penyegaran interior, serta penyesuaian harga yang membuat model ini semakin kompetitif di segmen mobil listrik mini.
Sorotan utama pembaruan adalah hadirnya sistem bantuan mengemudi pintar terbaru BYD bertajuk God’s Eye B atau DiPilot 300 yang kini didukung sensor LiDAR. Teknologi ini memungkinkan fitur navigasi semi-otonom di area perkotaan, termasuk pembacaan lampu lalu lintas, manuver di bundaran, serta City Navigation on Autopilot (CNOA). Kehadiran LiDAR di kelas city EV menjadi pembeda signifikan karena fitur semacam ini umumnya hanya ditemukan di mobil listrik kelas menengah ke atas.
Di pasar Tiongkok, model ini ditawarkan dengan dua pilihan baterai. Varian 30,08 kWh memiliki jarak tempuh hingga 305 km, sedangkan versi 38,88 kWh mampu menjangkau hingga 405 km dalam sekali pengisian daya. Harga resminya dibuka dari 69.900 yuan hingga 85.900 yuan, setara sekitar USD 9.700–11.900 atau Rp 180 jutaan–Rp 221 jutaan. Khusus varian dengan paket God’s Eye B, banderolnya berada di kisaran 90.900–97.900 yuan, setara USD 12.600–13.600 atau sekitar Rp 234 jutaan–Rp 252 jutaan.
Penyegaran tampilan terlihat melalui pilihan warna baru Mango Orange dan Mint Green, pelek 16 inci desain Starlight, serta desain lampu belakang LED dengan logo terbaru. Masuk ke kabin, hadir tema warna krem “Oatmeal Rice”, layar tengah floating 12,8 inci yang dapat berputar, pengisian daya nirkabel 50W, serta sistem pendingin udara otomatis yang sebelumnya tidak tersedia di model awal.
Di Indonesia, model yang sama dipasarkan dengan nama BYD Atto 1 oleh BYD Indonesia sejak Juli 2025. Per 1 Mei 2026, terjadi penyesuaian harga untuk dua varian yang ada. Varian Dynamic kini dipasarkan mulai Rp 205.000.000, sementara varian Premium menjadi Rp 245.000.000.
Head of PR & Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, sebelumnya menyatakan bahwa penyesuaian ini berkaitan dengan penyegaran produk dan rencana penambahan varian baru yang lebih terjangkau. Indikasi tersebut membuka peluang bahwa pembaruan yang kini hadir di Seagull versi Tiongkok berpotensi menjadi arah pengembangan Atto 1 di pasar Indonesia, meski spesifikasi resminya belum diumumkan.
Spesifikasi BYD Atto 1 yang Saat Ini Dijual di Indonesia
Untuk pasar Indonesia, BYD Atto 1 tersedia dalam varian Dynamic (Standard Range) dan Premium (Long Range). Keduanya mengusung motor listrik dengan daya maksimum 55 kW atau sekitar 75 hp dan torsi 135 Nm, dengan akselerasi 0–50 km per jam dalam 4,9 detik.
Varian Dynamic menggunakan baterai 30,08 kWh dengan klaim jarak tempuh sekitar 300 km berdasarkan pengujian NEDC. Sementara varian Premium dikaitkan dengan baterai lebih besar hingga 38,88 kWh, dengan klaim jarak tempuh yang di berbagai materi publikasi berada di kisaran 305 km hingga 380 km NEDC.
Perlu dicatat bahwa klaim jarak tempuh 405 km dan harga mulai Rp 180 jutaan merujuk pada BYD Seagull versi terbaru di Tiongkok. Hingga saat ini, BYD Indonesia belum mengumumkan apakah paket baterai lebih besar, fitur LiDAR, maupun sistem DiPilot 300 tersebut akan dibawa ke Atto 1 versi Indonesia.
Kehadiran pembaruan besar di pasar domestik Tiongkok ini menjadi sinyal kuat arah evolusi Atto 1 secara global. Jika strategi yang sama diterapkan, bukan tidak mungkin konsumen Indonesia akan segera melihat versi Atto 1 dengan teknologi yang jauh lebih canggih di segmen mobil listrik harga terjangkau.
Ikuti Detak.Media
