BYD Motor Indonesia resmi meluncurkan BYD Atto 1 STD pada Jumat, 15 Mei 2026, dengan harga mulai Rp 199 juta. Kehadiran varian terbaru ini memperluas lini Atto 1 sekaligus memosisikannya semakin dekat dengan segmen mobil bensin LCGC dari sisi harga, namun dengan teknologi sepenuhnya listrik.

Peluncuran ini juga diikuti penyesuaian harga dan peningkatan fitur pada dua varian yang sudah ada, yakni Dynamic dan Premium (Long Range). Langkah tersebut menjadi kelanjutan dari performa penjualan Atto 1 sejak debutnya pada 2025 yang telah menembus lebih dari 22.500 unit di Indonesia.

BYD Atto 1 Versi Lebih Murah Segera Meluncur di Indonesia, Ini Bocorannya

Gaikindo Indonesia International Auto Show menjadi panggung debut Atto 1 pada 23 Juli 2025. Saat itu, Atto 1 hadir dalam dua varian dengan harga Rp 195 juta untuk Dynamic dan Rp 235 juta untuk Premium. Distribusi unit ke konsumen dimulai pada Oktober 2025.

Hampir setahun kemudian, BYD menghadirkan STD sebagai varian paling terjangkau. Bersamaan dengan itu, harga varian lain ikut disesuaikan menjadi Rp 205 juta untuk Dynamic dan Rp 245 juta untuk Premium (Long Range). Menurut BYD, penyesuaian ini merupakan konsekuensi dari penyempurnaan spesifikasi dan penambahan fitur, bukan sekadar kenaikan banderol.

Spesifikasi Inti untuk Mobilitas Perkotaan

Seluruh varian BYD Atto 1 mengusung motor listrik penggerak roda depan bertenaga 55 kW atau setara 75 hp dengan torsi 135 Nm. Sumber dayanya berasal dari Blade Battery berjenis LFP khas BYD yang dikenal aman dan tahan lama.

Varian STD dan Dynamic menggunakan baterai berkapasitas 30,08 kWh dengan estimasi jarak tempuh hingga 300 km berdasarkan standar NEDC. Sementara itu, varian Premium (Long Range) dibekali baterai 38,88 kWh yang memungkinkan jarak tempuh hingga 380 km dalam standar pengujian yang sama.

Pengisian daya sudah mendukung arus AC maupun DC fast charging dengan konektor CCS2. Dalam klaim pengisian cepat, baterai dapat terisi dari 20 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.

Dimensi bodinya yang ringkas, dengan panjang 3.925 mm, lebar 1.720 mm, tinggi 1.590 mm, dan jarak sumbu roda 2.500 mm, membuat mobil ini lincah untuk lalu lintas perkotaan serta mudah diparkir di ruang terbatas, karakter yang selama ini identik dengan pengguna LCGC.

TipeKapasitasJarak Tempuh (NEDC)
Standard Range (STD/Dynamic)30,08 kWh300 km
Long Range (Premium)38,88 kWh380 km

Perbedaan Karakter Tiap Varian

Pada varian STD, BYD menitikberatkan efisiensi harga dengan penggunaan velg 15 inci, lampu halogen projector, electronic column shifter, serta desain center console terbaru. Varian Dynamic mempertahankan keseimbangan antara fitur harian dan harga yang tetap kompetitif. Sementara itu, varian Premium (Long Range) menyasar konsumen yang membutuhkan jarak tempuh lebih jauh sekaligus fitur keselamatan paling lengkap, termasuk enam airbag.

Di dalam kabin, seluruh varian tetap mengusung ciri khas layar infotainment 10,1 inci yang dapat diputar, sudah kompatibel dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Fitur lain seperti kamera mundur, Electric Parking Brake, Auto Brake Hold, TPMS, dan ISOFIX juga menjadi bagian dari kelengkapan standar.

Indonesia Jadi Basis Setir Kanan Pertama

Indonesia tercatat sebagai negara pertama yang memperkenalkan Atto 1 versi setir kanan. Hal ini menegaskan peran strategis pasar Indonesia dalam ekspansi BYD di kawasan Asia Tenggara.

Dengan harga di kisaran Rp 200 jutaan, Atto 1 kini beririsan langsung dengan pasar LCGC bensin. Perbedaannya, Atto 1 menawarkan biaya operasional yang jauh lebih rendah tanpa konsumsi BBM, serta teknologi baterai LFP yang dikenal memiliki tingkat keamanan tinggi.

Langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik nasional, sekaligus membuka peluang investasi lanjutan BYD pada ekosistem produksi dan baterai di Indonesia.

Harga BYD Atto 1 Naik 10 Juta? Ini Detail Bocoran dan Peningkatan Fiturnya

Hadirnya BYD Atto 1 STD membuat peta persaingan mobil murah di Indonesia berubah. Untuk pertama kalinya, mobil listrik dengan teknologi baterai mutakhir, fitur modern, dan jarak tempuh hingga 300 km ditawarkan di harga yang sangat dekat dengan LCGC bensin. Strategi ini mempertegas upaya BYD dalam membuat mobil listrik semakin rasional untuk dimiliki masyarakat luas.