Detak.Media — BYD Motor Indonesia memberi sinyal kuat akan menghadirkan varian lebih terjangkau dari BYD Atto 1 dalam waktu dekat. Informasi ini disampaikan langsung oleh Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations perusahaan, di sela kegiatan di kawasan Bogor pada Rabu, 14 Mei 2026.
Menurut Luther, varian baru ini diposisikan di bawah trim yang sudah beredar saat ini. Fokusnya jelas: menekan harga tanpa menghilangkan fungsi dasar sebagai kendaraan listrik perkotaan yang efisien.
Varian “Standard/STD” Disiapkan untuk Harga Lebih Rendah
Luther mengindikasikan bahwa varian ini kemungkinan akan menggunakan penamaan Standard (STD). Strateginya adalah menyasar konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik dengan bujet lebih ketat, namun tetap mendapatkan pengalaman inti yang ditawarkan Atto 1.
Sebagai konteks, Atto 1 yang dijual di Indonesia merupakan versi rebadge dari BYD Seagull di Tiongkok. Model ini dikenal sebagai salah satu EV paling sukses di kelas city car di pasar domestiknya karena kombinasi harga murah, efisiensi, dan fitur modern.
Di Tiongkok, Seagull terbaru bahkan sudah mendapat pembaruan seperti layar tengah putar 12,8 inci dan peningkatan sistem bantuan berkendara. Namun, belum ada konfirmasi apakah fitur-fitur terbaru tersebut akan ikut dibawa ke varian Standard di Indonesia, mengingat orientasinya adalah efisiensi biaya.
Posisi di Bawah Dynamic dan Premium
Saat ini, Atto 1 di Indonesia tersedia dalam dua varian:
- Dynamic: sekitar Rp 205.000.000
- Premium: sekitar Rp 245.000.000
Varian Dynamic menggunakan baterai 30,08 kWh dengan jarak tempuh klaim 300 km (NEDC), motor listrik 55 kW dan torsi 135 Nm. Sementara Premium memakai baterai 38,88 kWh dengan klaim 380 km (NEDC).
Dengan hadirnya varian Standard di bawah Dynamic, sangat besar kemungkinan penyesuaian dilakukan pada:
- Kapasitas baterai yang lebih kecil
- Jarak tempuh yang lebih pendek
- Pengurangan beberapa fitur kenyamanan/non-esensial
Namun, struktur dasar seperti platform, motor listrik, dan kemampuan pengisian daya diperkirakan tetap dipertahankan.
Acuan Harga dari Pasar Tiongkok
Di pasar asalnya, BYD Seagull dijual mulai 69.900 yuan atau sekitar Rp 180 jutaan. Harga inilah yang menjadi acuan kuat bahwa BYD sangat mungkin menghadirkan Atto 1 Standard dengan banderol di bawah Rp 200 juta di Indonesia.
Jika skenario ini terealisasi, Atto 1 Standard berpotensi menjadi mobil listrik termurah dari BYD di Indonesia, sekaligus salah satu EV termurah di pasar nasional.
Pernyataan resmi dari pihak BYD menunjukkan bahwa persiapan sudah memasuki tahap akhir. Meski tanggal peluncuran belum diumumkan, sinyal yang diberikan mengarah pada debut dalam waktu dekat.
Kehadiran varian lebih murah ini menjadi bagian dari strategi agresif BYD memperluas adopsi kendaraan listrik di Indonesia, terutama di segmen entry-level city EV yang pasarnya terus tumbuh.
Detail spesifikasi final, fitur yang dipangkas atau dipertahankan, serta harga resmi kini tinggal menunggu pengumuman dari BYD Motor Indonesia. Namun satu hal sudah jelas: Atto 1 versi Standard akan menjadi game changer baru di segmen mobil listrik murah Tanah Air.
Ikuti Detak.Media
