Detak.media — Tiga operator telekomunikasi di Indonesia—Telkomsel, Telkom (melalui entitas operasi), XLSmart, dan Indosat—mendapat mandat besar setelah memenangkan seleksi pengguna pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menetapkan target lima tahun untuk memenuhi kewajiban teknis dan pelaksanaan layanan.
Selain kewajiban pembayaran hak penggunaan frekuensi sesuai ketentuan, ketiga pemenang diminta mempercepat pemerataan jaringan 4G di 538 desa/kelurahan dan meningkatkan cakupan layanan 5G hingga 51% nasional dalam jangka waktu lima tahun.
Hasil Seleksi dan Alokasi Spektrum
Proses lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz berlangsung pada Juli 2026. Untuk pita 700 MHz, XLSmart memperoleh alokasi terbesar yaitu 30 MHz (2×15 MHz) dengan harga penawaran Rp35,34 miliar per MHz, sehingga total mencapai Rp1,0602 triliun.
Telkomsel mendapat alokasi 20 MHz (2×10 MHz) pada pita 700 MHz dengan harga penawaran Rp32,125 miliar per MHz (total Rp642,5 miliar). Indosat memperoleh 20 MHz (2×10 MHz) dengan penawaran Rp25,374 miliar per MHz (total Rp507,48 miliar).
Pada pita 2,6 GHz, Telkomsel berhasil meraih alokasi 80 MHz dengan harga penawaran Rp6,823 miliar per MHz (total Rp545,84 miliar). Indosat memperoleh 60 MHz dengan penawaran Rp6,2 miliar per MHz (total Rp372 miliar), sementara XLSmart mendapat 50 MHz dengan harga Rp4,632 miliar per MHz (total Rp231,6 miliar).
Kewajiban Pelaksanaan dan Sasaran Pemerintah
Kementerian menyatakan langkah seleksi ini bertujuan bukan sekadar memperluas jangkauan sinyal, melainkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Pernyataan resmi kementerian menegaskan komitmen untuk memastikan teknologi tidak hanya dinikmati di kota besar, tetapi merata dari Sumatera hingga Papua.
Selain melunasi Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio untuk Izin Pita Frekuensi Radio, pemenang seleksi memiliki tugas strategis mewujudkan kedaulatan digital yang inklusif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Posisi Jaringan Saat Ini
Catatan internal menunjukkan Telkomsel telah mengoperasikan sekitar 5.300 BTS 5G hingga akhir 2025, naik signifikan dari sekitar 900 BTS pada 2024. Jumlah tersebut melengkapi 235.627 BTS 4G dan 48.659 BTS 2G yang dimiliki Telkomsel, dengan jangkauan 4G dilaporkan mencapai lebih dari 97% populasi Indonesia.
Pasca-merger Axiata Group dan Sinar Mas Group yang menghasilkan entitas XLSmart, perusahaan tercatat mengoperasikan lebih dari 225.000 BTS hingga kuartal IV-2025, termasuk 4.864 unit BTS 5G. Indosat melaporkan peningkatan jumlah BTS 5G menjadi 6.872 unit sepanjang 2025, melengkapi sekitar 214.000 unit BTS 4G pada akhir 2025.
Peran 5G Bagi Ekonomi Digital
Pemerintah dan pelaku industri menilai implementasi 5G menjadi kunci untuk mendorong daya saing ekonomi digital. Dalam pernyataannya pada forum industri, President Director Ericsson Indonesia Nora Wahby menyebut 5G sebagai infrastruktur nasional penting yang mempercepat transformasi digital melalui jaringan berkecepatan tinggi, andal, dan berlatensi rendah.
“Indonesia membutuhkan jaringan 5G yang aman, tangguh, cerdas, dan berkinerja tinggi untuk mengembangkan berbagai use case baru serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan,” ujar Nora Wahby.
Pernyataan tersebut menempatkan tugas percepatan jaringan sebagai bagian dari upaya mendukung layanan vital dan peningkatan produktivitas di berbagai sektor ekonomi.
Ikuti Detak.media
