— OpenAI sedang menyiapkan produk perangkat keras pertamanya: sebuah speaker pintar tanpa layar yang dirancang menjadi pendamping di rumah dan mampu berinteraksi lebih personal dengan pemiliknya.

Perangkat ini digadang berbeda dari speaker pintar umumnya karena punya elemen mekanis yang bergerak sendiri dan disebut memberikan kesan bahwa alat itu “hidup”, bukan sekadar kotak yang merespons perintah.

Menurut laporan, perangkat tersebut dilengkapi kepribadian sendiri dan dirancang untuk terus belajar dari kebiasaan pengguna. Karena ditenagai ChatGPT, alat ini dapat mengakses data personal seperti email untuk memahami kebutuhan pengguna dan memberi respons yang lebih relevan, sehingga menjadi wujud fisik dari asisten AI yang selama ini hadir lewat layar.

Pengembangan produk ini melibatkan sejumlah mantan insinyur Apple yang sebelumnya ikut mengerjakan iPhone dan Mac. OpenAI menyatakan konsep produk ini jauh berbeda dari apa pun yang saat ini dijual Apple di pasaran.

Selain speaker tersebut, perusahaan disebut tengah mengembangkan sekitar lima produk fisik berbeda, dengan speaker ini diperkirakan menjadi yang pertama meluncur ke pasar.

Gugatan Apple Terhadap Pengembangan Perangkat

Langkah OpenAI merambah perangkat keras tidak berjalan mulus. Perusahaan kini berhadapan dengan gugatan hukum dari Apple yang menuduh terjadinya pencurian rahasia dagang dalam proses pengembangan produk tersebut.

Dalam dokumen gugatan disebutkan bahwa dugaan pelanggaran itu dilakukan atas arahan jajaran petinggi OpenAI, termasuk Chief Hardware Officer Tang Tan. Tang Tan sebelumnya menghabiskan 24 tahun berkarier di Apple dan terakhir menjabat sebagai Vice President of Product Design untuk iPhone dan Apple Watch.

Apple menuduh Tang Tan menggunakan nama kode proyek rahasia Apple saat merekrut calon karyawan, meminta pelamar membawa komponen perangkat keras Apple ke sesi wawancara, membimbing karyawan yang hendak keluar dari Apple biar bisa menghindari prosedur keamanan perusahaan, hingga meminta informasi mengenai produk Apple yang belum diumumkan ke publik.

Apple bahkan menyebut tuduhan yang mereka layangkan baru “ujung dari gunung es,” mengisyaratkan ada dugaan pelanggaran lain yang lebih besar dan akan terungkap seiring proses hukum berjalan.

Menanggapi gugatan, OpenAI membantah tegas telah melakukan pelanggaran apa pun dan menyatakan tidak menemukan bukti bahwa gugatan tersebut punya dasar yang kuat.