— PT Dabeeo Artificial Intelligence Indonesia menggandeng IPB University untuk mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan citra satelit yang mampu mendeteksi kekurangan nutrisi serta penyakit pada tanaman kelapa sawit dengan lebih cepat dan akurat.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Executive Vice President Dabeeo Chang Hoon Moon dan Kepala LRI Teknologi Maju IPB University Prof Anas Miftah Fauzi.

Head of Business Development Dabeeo Indonesia Rizky Dantri mengatakan perusahaan akan mendukung penelitian tersebut dengan menyediakan data citra satelit dan pendanaan yang dibutuhkan selama proses riset.

“Kami dari Dabeeo siap memberikan dukungan pendanaan untuk riset ini, terutama dalam akuisisi data. Jadi, apabila penelitian membutuhkan penggunaan satelit, kami siap menyediakannya,” ujar Rizky dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Melalui kerja sama ini, kedua pihak bakal mengembangkan metode identifikasi kekurangan nutrisi tanaman yang tidak lagi hanya mengandalkan pengamatan visual di lapangan, tetapi juga memanfaatkan AI dan citra satelit beresolusi tinggi. Teknologi tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi pengelolaan tanaman yang lebih presisi sekaligus mendeteksi potensi penyakit sejak dini.

Kepala LRI Teknologi Maju IPB University Prof. Anas Miftah Fauzi menyatakan bahwa pemanfaatan AI dan data satelit akan meningkatkan akurasi analisis kesehatan tanaman pada areal perkebunan yang luas.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mengembangkan metode deteksi kekurangan nutrisi yang memanfaatkan kecerdasan buatan dan data satelit sehingga menghasilkan rekomendasi yang lebih presisi, bahkan dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis penyakit tanaman,” kata Anas.

Pelengkap Inovasi dan Kapasitas Satelit

Pengembangan teknologi ini menjadi pelengkap bagi Precipalm, inovasi sebelumnya yang dikembangkan IPB University untuk memberikan rekomendasi pemupukan kelapa sawit melalui analisis citra daun.

Sementara itu, sebagai penyedia solusi berbasis citra satelit, Dabeeo mengoperasikan satelit beresolusi hingga 30 sentimeter untuk mendukung sektor agroforestri. Kapabilitas teknologi mereka mencakup identifikasi kepadatan pohon, tutupan tajuk (canopy), hingga pemantauan perubahan kondisi vegetasi (change detection) berdasarkan data historis.

Dengan menggabungkan kemampuan pendanaan dan akses data satelit dari Dabeeo serta keahlian riset IPB University, kedua institusi berharap dapat menghadirkan sistem pemantauan kesehatan tanaman yang lebih cepat, akurat, dan efisien sehingga pengelolaan perkebunan kelapa sawit dapat dilakukan lebih dini dan produktivitas tanaman meningkat.