— PSM Makassar bersiap menjalani laga penting saat menjamu Bhayangkara FC pada pekan ke-31 Liga Super Indonesia 2025/2026. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (4/5/2026) pukul 15.30 WIB.

Jelang laga tersebut, caretaker PSM, Ahmad Amiruddin, menegaskan bahwa timnya mendapatkan suntikan semangat tambahan berkat dukungan penuh dari suporter. Kehadiran fans yang datang langsung memberikan motivasi menjadi energi positif bagi para pemain sebelum bertolak ke Parepare.

Amiruddin berharap dukungan tersebut mampu diterjemahkan menjadi performa maksimal di atas lapangan. Ia menilai laga kandang ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengamankan poin penuh.

Persiapan Belum Ideal

Meski memiliki motivasi tinggi, kondisi skuad PSM tidak sepenuhnya ideal. Amiruddin mengakui masih ada beberapa pemain yang belum bergabung bersama tim, serta sejumlah nama yang baru kembali dari cedera.

Situasi ini membuat tim pelatih harus memutar otak dalam menentukan komposisi terbaik. Namun, Amiruddin tetap optimistis dengan kualitas pemain yang tersedia.

Ia menegaskan bahwa seluruh pemain yang diturunkan memiliki komitmen besar untuk berjuang demi tim. Kepercayaan penuh diberikan kepada setiap individu untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di laga penting ini.

Ancaman Transisi Cepat Bhayangkara

Di sisi lain, Bhayangkara Presisi Lampung FC datang dengan kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Amiruddin secara khusus menyoroti kemampuan lawan dalam melakukan transisi menyerang.

Menurutnya, Bhayangkara merupakan salah satu tim dengan eksekusi serangan balik terbaik di kompetisi musim ini. Kecepatan dalam berpindah dari bertahan ke menyerang menjadi senjata utama yang harus diwaspadai PSM.

Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi lini pertahanan Juku Eja. Konsentrasi tinggi sepanjang pertandingan menjadi kunci untuk meredam potensi ancaman dari tim tamu.

Situasi Klasemen Menambah Tekanan

Pertandingan ini memiliki arti penting bagi PSM yang masih berjuang menjauh dari zona degradasi. Saat ini, mereka berada di peringkat ke-14 dengan koleksi 31 poin.

Posisi tersebut belum sepenuhnya aman, mengingat jarak dengan tim di bawahnya cukup tipis. PSM hanya unggul dua poin dari Madura United dan terpaut empat angka dari Persis Solo yang berada di zona merah.

Kondisi ini membuat kemenangan menjadi target mutlak bagi tuan rumah. Tiga poin akan sangat berarti untuk memperlebar jarak dari ancaman degradasi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tim di sisa musim.

Bhayangkara Tanpa Sidibe

Bhayangkara FC juga menghadapi tantangan tersendiri jelang laga ini. Mereka dipastikan tidak akan diperkuat salah satu pemain kunci di lini depan, Moussa Sidibe, yang harus absen akibat akumulasi kartu kuning.

Pelatih Paul Munster mengakui bahwa kehilangan Sidibe menjadi kerugian bagi timnya. Namun, ia menekankan bahwa kondisi ini harus dimanfaatkan oleh pemain lain untuk menunjukkan kualitas mereka.

Munster juga menyoroti jadwal padat yang dihadapi timnya. Dengan waktu pemulihan yang singkat setelah laga sebelumnya, Bhayangkara harus segera beradaptasi agar tetap tampil kompetitif.

Fokus pada Laga Krusial

Meski menghadapi berbagai kendala, Bhayangkara tetap datang dengan tekad untuk meraih hasil positif. Munster menegaskan bahwa fokus utama timnya saat ini adalah pertandingan melawan PSM.

Ia berharap para pemain mampu melupakan hasil sebelumnya dan tampil maksimal di Parepare. Dengan persiapan yang ada, Bhayangkara diyakini tetap bisa memberikan perlawanan sengit.

Laga ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk tujuan masing-masing. PSM mengincar kemenangan demi menjauh dari zona degradasi, sementara Bhayangkara berusaha bangkit dan menjaga konsistensi performa mereka di akhir musim.