Pelatih PSIM Targetkan Kemenangan di Delapan Laga Sisa

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menegaskan timnya membidik hasil maksimal pada delapan laga sisa BRI Super League 2025/2026. Upaya ini dilakukan untuk memastikan Laskar Mataram finis di posisi terbaik dan terhindar dari ancaman degradasi, mengingat posisi mereka di papan tengah klasemen belum sepenuhnya aman.

Skuad PSIM akan menghadapi pertandingan krusial, dimulai dengan menjamu PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat, 10 April 2026, setelah sebelumnya menelan kekalahan tipis 0-1 dari Dewa United. Kompetisi direncanakan berakhir pada 23 Mei 2026, di mana seluruh tim akan memainkan total 34 laga.

Jean-Paul van Gastel menyatakan bahwa target utama PSIM sejak awal musim adalah bertahan di kasta tertinggi. Namun, hingga memasuki pekan ke-26, ambisi tersebut belum tercapai secara matematis.

“Di awal musim target kami adalah tidak terdegradasi. Secara matematis saat ini posisi kami belum sepenuhnya aman, jadi kami masih harus memenangkan beberapa pertandingan lagi,” ujar Van Gastel seperti diktuip dari bola.com.

PSIM dikenal sebagai tim promosi yang sulit dikalahkan musim ini. Namun, catatan 11 hasil imbang dari 26 pertandingan, di samping sembilan kemenangan dan enam kekalahan, membuat mereka kesulitan menembus papan atas klasemen.

Saat ini, Laskar Mataram berada di posisi kedelapan klasemen sementara dengan raihan 38 poin. Pencapaian ini menyoroti perlunya peningkatan dalam meraih kemenangan penuh untuk menghindari posisi yang tidak aman.

Mengejar Kemenangan dan Mengatasi Hasil Imbang

Jean-Paul van Gastel mengakui timnya terlalu sering meraih hasil imbang. Hal ini menjadi evaluasi utama bagi PSIM dalam menghadapi sisa pertandingan.

“Seperti biasa kami mencoba memenangkan setiap pertandingan. Moto kami adalah: ‘Jika tidak bisa menang, jangan sampai kalah’. Mungkin kami terlalu sering menerapkan itu, sehingga kami menjadi ‘Raja Hasil Imbang’,” kelakar Van Gastel.

Meskipun menyadari beratnya tantangan, pelatih berusia 53 tahun itu tetap memasang target tinggi. Ia berharap PSIM mampu meraih kemenangan sebanyak mungkin demi mengamankan posisi di klasemen.

“Saya tidak tahu berapa poin yang akan kami dapatkan. Yang pasti saya harap bisa menyapu bersih pertandingan dengan kemenangan,” tegasnya.

Deretan Lawan Berat di Sisa Musim

PSIM akan menghadapi delapan pertandingan sisa dengan sejumlah lawan tangguh, termasuk tim-tim besar seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung. Pertandingan ini akan menjadi ujian serius bagi Laskar Mataram.

Daftar lawan PSIM meliputi PSM Makassar (kandang), Bhayangkara FC (tandang), Persija Jakarta (kandang), Persita Tangerang (kandang), Persib Bandung (tandang), Malut United (kandang), Madura United (kandang), dan Arema FC (tandang). Ini menunjukkan jadwal yang padat dan menantang.

Van Gastel menyebut bahwa Persib Bandung menjadi lawan yang paling berat jika melihat klasemen saat ini. Namun, ia menekankan bahwa tidak ada pertandingan yang mudah di kompetisi Liga Indonesia, termasuk saat berhadapan dengan tim seperti Jepara atau Padang.

“Persib Bandung, Persija Jakarta, Malut United. Kami akan menghadapi mereka semua dan itu akan terasa berat bagi kami,” sambung Van Gastel.

Kekalahan dari Dewa United pada pekan ke-26 lalu menjadi peringatan bagi PSIM. Hasil minor tersebut menjadi motivasi bagi Laskar Mataram untuk segera bangkit dan meraih poin penuh di pertandingan-pertandingan selanjutnya, dimulai dengan laga kandang melawan PSM Makassar.