Ramon Forcada: Ducati Tak Punya Visi Jelas Saat Marc Marquez Terkendala Cedera

Ramon Forcada, seorang teknisi berpengalaman di dunia balap motor, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi tim Ducati di MotoGP 2026. Menurutnya, tim asal Italia tersebut kehilangan arah strategis karena performa Marc Marquez yang terhambat oleh cedera. Forcada menilai bahwa ketidakmampuan Marquez untuk tampil 100% telah mengaburkan visi pengembangan motor Ducati.

Musim MotoGP 2026 dibuka dengan dominasi tim Aprilia, di mana Marco Bezzecchi berhasil memenangkan tiga seri pembuka secara berturut-turut. Sementara itu, performa Ducati terlihat kurang konsisten.

Pembalap terbaik mereka sejauh ini adalah Fabio Di Giannantonio, namun Marc Marquez, yang diharapkan menjadi ujung tombak, masih berjuang keras mengatasi masalah fisiknya. Cedera bahu kanan yang dialami Marquez sejak kecelakaan di Indonesia tahun lalu, dan kini diperparah dengan cedera lengan bawah, membuatnya belum bisa tampil maksimal.

Marc Marquez Alami Cedera Lengan Serius Pasca Kecelakaan di MotoGP Amerika 2026

Marquez Berjuang Melawan Cedera dan Inkonsistensi Motor

Marc Marquez sendiri mengakui kesulitan yang dihadapinya setelah Grand Prix Amerika Serikat. Ia mengalami kecelakaan saat latihan bebas, bersenggolan dengan Di Giannantonio di Sprint Race, dan finis di posisi kelima pada balapan utama setelah menerima penalti long lap. Kondisi fisiknya, terutama bahu kanannya, menjadi sorotan utama. Andrea Dovizioso bahkan menyebut cedera Marquez lebih serius dari perkiraan awal.

Selain masalah fisik Marquez, motor Ducati Desmosedici GP26 juga dilaporkan menyulitkan para pembalapnya. Banyak rider Ducati yang kesulitan memahami karakter motor baru ini dan menemukan setelan yang pas. Hal ini tercermin dari minimnya podium bagi pembalap Ducati dalam dua dari tiga seri balapan yang telah digelar.

Forcada: Ducati Kehilangan Visi

Dalam sebuah wawancara, Ramon Forcada menyoroti bahwa Ducati tampaknya kehilangan arah strategis mereka di musim 2026. Ia berpendapat bahwa dengan Marquez yang tidak berada dalam kondisi puncak, Ducati kehilangan “titik referensi yang jelas”. Forcada menjelaskan bahwa situasi ini diperparah dengan fakta bahwa tidak semua motor Ducati memiliki spesifikasi yang sama.

“Dengan semua motor Ducati yang ada, masalahnya adalah tidak memiliki visi yang jelas. Ada dua motor yang identik dan sisanya berbeda. Tidak ada titik referensi yang tepat,” ujar Forcada, seperti dilansir dari Duralavita.

Ia menambahkan bahwa keseimbangan kompetisi yang ketat membuat segalanya berubah, dan pembalap yang sebelumnya nyaman kini kesulitan.

Nasib Pembalap Lain dan Harapan di Jerez

Forcada juga menyebutkan bahwa pembalap lain seperti Alex Marquez, Fermin Aldeguer, Franco Morbidelli, serta duo pabrikan Pecco Bagnaia dan Marc Marquez, tampaknya kesulitan menemukan ritme yang tepat. Satu-satunya pembalap yang terlihat paling nyaman adalah Di Giannantonio. Forcada menduga bahwa sebagian besar masalah ini terkait dengan cedera Marquez, yang terlihat dari bahasa tubuhnya.

“Jika pemimpin tim tidak berada di 100%, tim kehilangan arah,” tegas Forcada. Ia menyayangkan situasi ini, mengingat Marquez adalah pembalap dengan segudang pengalaman dan prestasi.

Meskipun demikian, masih ada harapan bagi Marquez dan Ducati. Musim 2026 baru berjalan tiga seri, dan jeda satu bulan sebelum seri berikutnya di Jerez, Spanyol, memberikan kesempatan bagi Marquez untuk memulihkan kondisi fisiknya.

Namun, kekhawatiran tetap ada pasca kecelakaan terbarunya di Austin. Jika Marquez dan Ducati tidak segera menemukan solusi, musim ini bisa menjadi musim yang sangat sulit, terutama dengan performa impresif Aprilia yang kini menjadi penantang utama.

Marc Marquez: Motor Ducati Penting, Kondisi Fisik Saya Juga

Davide Tardozzi, manajer Ducati Lenovo Team, juga mengakui bahwa performa timnya menurun dibandingkan musim sebelumnya. Ia menyatakan bahwa Aprilia telah membuat lompatan performa yang signifikan, membuat Ducati kini harus berjuang “mengejar ketertinggalan”. Meskipun demikian, Tardozzi tetap optimis bahwa kejuaraan masih panjang dengan 19 seri tersisa, dan Ducati memiliki kapasitas untuk bangkit.