Detak.Media — Real Madrid dipastikan tersingkir dari kompetisi Liga Champions setelah mengalami kekalahan dramatis 4-3 dari Bayern Munchen pada pertandingan leg kedua perempat final. Kekalahan ini diwarnai oleh insiden kontroversial yang melibatkan pengusiran gelandang muda Madrid, Eduardo Camavinga, oleh wasit Slavko Vincic.
Eduardo Camavinga harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu kuning kedua hanya karena sedikit menggeser bola setelah terjadi pelanggaran. Keputusan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk mantan wasit internasional ternama, Antonio Mateu Lahoz, yang menilai tindakan wasit asal Slovenia tersebut merupakan sebuah kesalahan fatal.
Berdasarkan laporan dari media Spanyol, Mateu Lahoz menyoroti ketidakmampuan Vincic dalam mengelola kartu-kartu yang telah dikeluarkan selama pertandingan berlangsung. Insiden ini dianggap sebagai titik balik yang menghancurkan stabilitas pertahanan Real Madrid di menit-menit krusial pertandingan.
Kritik Keras Mateu Lahoz Terhadap Slavko Vincic
Mateu Lahoz secara terbuka menyatakan kemarahannya atas keputusan Slavko Vincic yang memberikan kartu kuning kedua kepada Eduardo Camavinga. Menurut Lahoz, Vincic tampak tidak menyadari bahwa pemain berkebangsaan Prancis tersebut sudah memiliki kartu kuning sebelumnya, sehingga tindakan memberikan kartu kedua untuk pelanggaran ringan dianggap tidak proporsional.
“Wasit itu bingung, dia tidak tahu bahwa itu adalah kartu kuning kedua,” ujar Mateu Lahoz dalam analisisnya mengenai kepemimpinan wasit di laga tersebut mengacu pada informasi yang dipublikasikan oleh Diario Madridista.
Lahoz menambahkan bahwa meskipun tindakan Camavinga bisa saja dihindari, sanksi kartu kuning sangat berlebihan karena sang pemain tidak bermaksud membuang waktu secara signifikan. Menurutnya, kesalahan tersebut merupakan kelalaian besar yang seharusnya tidak terjadi di level kompetisi tertinggi seperti Liga Champions.
“Saya melangkah lebih jauh. Camavinga seolonya bisa menghindarinya, tapi untuk sebuah kartu kuning? Dia tidak membuang waktu. Ini adalah kelalaian yang cukup besar, hal itu tidak seharusnya terjadi,” tegas Mateu Lahoz.
Dampak Pengusiran Terhadap Hasil Pertandingan
Keputusan wasit untuk mengusir Camavinga terbukti menjadi pukulan telak bagi Real Madrid yang saat itu masih mampu mengimbangi permainan Bayern Munchen. Kehilangan satu pemain membuat koordinasi pertahanan Los Blancos menjadi berantakan, yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh kubu tuan rumah.
Hanya dua menit setelah pengusiran tersebut, Luis Diaz mencetak gol yang membuat kedudukan menjadi 3-3, sebuah hasil yang sudah cukup untuk membawa Bayern Munchen lolos ke semifinal. Mateu Lahoz menilai bahwa kartu merah tersebut secara psikologis sangat mengganggu fokus para pemain Real Madrid di lapangan.
“Setelah adanya kemungkinan kartu kuning kedua untuk Rudiger, yang lain untuk Militao, tindakan mengambil bola agar Kimmich tidak memulai kembali permainan ini tentu tidak masuk akal, terlebih lagi wasit tidak mengelola kartu kuning yang sudah ada,” tambah Lahoz.
Puncak dari kekalahan Madrid terjadi pada masa tambahan waktu ketika Michael Olise mencetak gol penentu kemenangan Bayern menjadi 4-3. Dengan hasil ini, Real Madrid resmi tersingkir dari Liga Champions di babak perempat final, sementara Slavko Vincic tetap menjadi sorotan utama akibat keputusannya yang dinilai merugikan tim tamu.






