Luis Enrique Dukung Wacana Kartu Oranye di Sepak Bola untuk Inovasi Permainan
Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, menyambut baik wacana penggunaan kartu oranye dalam sepak bola. Ide ini, yang terinspirasi dari olahraga rugbi, bertujuan untuk menambah dinamika dan daya tarik permainan.
Konsep Kartu Oranye
Kartu oranye, atau yang dikenal sebagai sin-bin, telah lama diterapkan dalam olahraga rugbi. Sistem ini memungkinkan pemain yang melakukan pelanggaran dikeluarkan sementara dari lapangan selama 10 menit. Berbeda dengan sepak bola yang saat ini hanya mengenal kartu kuning sebagai peringatan dan kartu merah sebagai sanksi pengusiran permanen.
Wacana penerapan kartu oranye di sepak bola sempat mengemuka beberapa tahun lalu sebagai upaya inovasi untuk membuat pertandingan lebih menarik. Jika diterapkan, durasi pemain yang dikeluarkan sementara diperkirakan mencapai 20 menit.
Dukungan Luis Enrique
Setelah lama meredup, wacana kartu oranye ini kembali mencuat. Luis Enrique menyatakan dukungannya terhadap ide tersebut, meskipun mengakui perlunya kajian mendalam mengenai implementasinya di lapangan.
“Kita harus terus mencari inovasi-inovasi seperti ini,” ujar Enrique seperti dikutip ESPN. “Penting untuk terus berevolusi sebagai olahraga. Selama ada kemungkinan untuk meningkatkan, untuk menemukan sepakbola yang lebih menyerang, (yang) lebih menarik bagi para penggemar.”
Mantan pelatih Barcelona itu menambahkan, “Ini adalah hal-hal yang perlu dianalisis, [untuk melihat] apa dampaknya pada olahraga kita. Tapi saya selalu terbuka untuk menemukan hal-hal baru.”
Ide Peningkatan Permainan Lain
Selain kartu oranye, Enrique juga mengemukakan gagasan lain untuk meningkatkan aspek menyerang dalam sepak bola. Ia merujuk pada ide mantan presiden UEFA, Michel Platini, mengenai kemungkinan bermain dengan 10 pemain di lapangan alih-alih 11 untuk menciptakan lebih banyak ruang.
(Video terkait: Luis Enrique Pastikan Dembele Fit, Siap Tempur Lawan Bayern!)