Harry Maguire: Ruben Amorim Punya Ide Bagus, Tapi Tak Berhasil di Manchester United
Bek tengah Manchester United, Harry Maguire, akhirnya memberikan pandangannya mengenai kiprah mantan pelatihnya, Ruben Amorim, yang dipecat dari Old Trafford pada Januari 2026. Maguire menegaskan bahwa ia tidak memiliki hal negatif untuk disampaikan tentang pelatih asal Portugal tersebut, meskipun periode kepelatihan Amorim di Manchester United terbilang sulit dan berakhir dengan catatan statistik yang kurang memuaskan.
Dalam sebuah wawancara yang dilansir dari The Mirror, Maguire menyatakan, “Saya pikir Ruben sangat baik kepada saya. Saya bermain hampir di setiap pertandingan di bawah Ruben saat saya fit. Saya tidak punya banyak hal buruk untuk dikatakan tentang Ruben. Saya sangat menyukai Ruben, saya pikir dia punya ide-ide hebat. Ide-ide itu hanya tidak berhasil di Manchester United.”
Periode Sulit Amorim di Manchester United
Ruben Amorim dipecat setelah 14 bulan masa kepelatihan yang menantang. Selama periode tersebut, ia hanya mampu meraih 24 kemenangan dari 63 pertandingan di semua kompetisi. Statistik ini mencatatkan persentase kemenangan terendah bagi manajer Manchester United di era Liga Primer, dengan rata-rata 1,23 poin per pertandingan.
Musim 2024-2025 menjadi musim yang sulit bagi Manchester United di bawah asuhan Amorim, di mana mereka finis di posisi ke-15 klasemen Liga Primer Inggris, catatan terburuk dalam sejarah klub di liga tersebut. Selain itu, tim juga harus menelan kekalahan di final Liga Europa dari Tottenham Hotspur.
Dukungan Maguire untuk Karier Amorim
Meskipun demikian, Maguire tetap memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap karier manajerial Amorim di masa depan. Ia yakin bahwa ide-ide yang dimiliki Amorim akan menemukan kesuksesan di klub lain. “Saya yakin dia akan melanjutkan karier yang luar biasa, dan di klub berikutnya dia mungkin akan memenangkan banyak, banyak pertandingan sepak bola,” ujar Maguire.
Maguire juga mengungkapkan bahwa ia sempat berbicara dengan Amorim setelah kepergiannya dari Manchester United. “Saya berbicara dengannya saat dia pergi. Dia mendoakan kami semua yang terbaik. Saya yakin dia pasti kecewa, tetapi saya tahu dia masih sangat, sangat muda dan saya yakin dia akan meraih hal-hal besar dalam manajemen,” tambah Maguire.
Tanggung Jawab Pemain dan Perubahan Taktik
Lebih lanjut, Maguire menolak untuk sepenuhnya menyalahkan manajemen atas kegagalan tim di bawah asuhan Amorim. Ia menekankan bahwa para pemain juga memikul tanggung jawab atas tidak berhasilnya implementasi visi sang pelatih di lapangan. “Itu hanya tidak klik atau berhasil, dan saya pikir kami sebagai pemain juga harus memikul banyak tanggung jawab untuk itu,” kata Maguire.
Maguire menambahkan bahwa Amorim telah membawa klub ke arah yang benar dan layak mendapatkan kredit karena telah membangun skuad yang solid. “Tetapi saya pikir dia telah membawa klub ke arah yang benar, dan saya pikir dia pantas mendapatkan banyak pujian untuk itu, di mana dia telah membangun skuad yang baik dan solid dan saya yakin dia pantas mendapatkan pujian untuk itu,” pungkasnya.
Sejak kepergian Amorim, Manchester United mengalami perubahan signifikan di bawah asuhan manajer interim Michael Carrick. Tim menunjukkan peningkatan performa yang pesat, berhasil naik ke posisi tiga besar klasemen Liga Primer Inggris dan berpeluang kembali tampil di Liga Champions. Maguire sendiri merasa lebih nyaman bermain dalam formasi empat bek yang diterapkan Carrick, yang berbeda dengan sistem tiga bek yang sering digunakan Amorim.
“Perubahan manajer terjadi dan itu telah membantu performa klub dan formasi yang kami mainkan,” kata Maguire. “Ketika Anda bermain dengan cara tertentu, terutama saya di tengah tiga bek, Anda memang bermain sedikit berbeda dari empat bek. Itu [beralih ke empat bek] telah berperan. Pasti begitu karena hasil sebelumnya tidak cukup baik.”
Amorim Dikaitkan Kembali dengan Benfica
Sementara Manchester United bergerak ke arah baru di bawah Carrick, Ruben Amorim dikabarkan sudah mulai dihubungkan dengan kembalinya ke dunia manajerial. Laporan di Portugal menunjukkan bahwa ia menjadi kandidat utama untuk mengambil alih posisi di Benfica, yang berpotensi menggantikan Jose Mourinho. Kepindahan semacam itu akan sangat kontroversial mengingat status ikoniknya di rival sekota Benfica, Sporting CP.
Amorim, yang kini berusia 41 tahun, dikabarkan menjadi kandidat terdepan untuk posisi pelatih Benfica. Laporan dari outlet Portugal, ZeroZero, menyebutkan bahwa Amorim adalah kandidat kuat untuk mengambil alih di Estadio da Luz. Kehadirannya di Benfica akan menimbulkan kontroversi besar mengingat rivalitas sengit antara Sporting dan Benfica.