Chelsea Tunjuk Calum McFarlane Pimpin Lawan Manchester City, Gantikan Enzo Maresca
Chelsea menunjuk pelatih tim U-21, Calum McFarlane, untuk mendampingi tim senior menghadapi Manchester City di Etihad Stadium, Senin (5/1) dini hari WIB. Keputusan ini diambil menyusul hengkangnya Enzo Maresca dari kursi kepelatihan.
McFarlane akan memimpin skuad The Blues dalam misi mencuri poin di kandang lawan sembari manajemen klub melanjutkan pencarian manajer kepala yang baru. Ia bergabung dengan Chelsea pada musim panas lalu setelah pindah dari Southampton dan sebelumnya sempat bekerja di Manchester City.
Di bawah asuhan McFarlane, tim U-21 Chelsea menunjukkan performa positif. Mereka kini menduduki peringkat keempat di Liga Inggris 2 dan finis sebagai juara grup di fase liga UEFA Youth League.
McFarlane Merasa Jadi Bagian Keluarga Chelsea
McFarlane mengungkapkan rasa nyamannya sejak bergabung dengan klub. Ia merasa telah menyatu dengan staf, pemain, dan ritme kerja harian di Stamford Bridge.
“Saya merasa sudah benar-benar menyatu. Sudah tiga atau empat bulan sejak saya datang dan saya mulai memahami semuanya. Saya nyaman dengan staf, para pemain, dan ritme kerja harian. Saya sangat menikmatinya dan sungguh merasa menjadi bagian dari keluarga,” ujarnya, dikutip dari situs resmi klub.
Ia juga menekankan pentingnya menyambut tantangan, sebuah prinsip yang kini ia terapkan pada timnya.
“Jadwalnya padat. Kami semua masih beradaptasi, pemain, staf, semuanya. Sejak Agustus rasanya kami bermain setiap tiga atau empat hari. Hampir tidak ada satu pekan pun dengan hanya satu laga,” katanya.
McFarlane menambahkan, “Di sisi lain, kami juga membantu tim utama saat dibutuhkan, itu menambah lapisan tanggung jawab. Jadi bukan sekadar menyelesaikan jadwal, tapi tentang kemampuan tampil di bawah tekanan.
Pesan saya kepada para pemain adalah jika mereka bisa mengatasinya, mereka sedang mempersiapkan diri untuk yang berikutnya, yakni sepakbola senior. Semua ini bagian dari memasuki apa yang kami sebut sebagai dunia nyata dari sepakbola profesional.”
Harapan dan Prinsip McFarlane
Prinsip yang diterapkan McFarlane pada tim U-21 diharapkan akan menular ke tim utama.
“Kami berharap para pemain kami berkomitmen, memiliki rasa lapar, dan ambisius setiap hari. Lingkungan ini punya sumber daya luar biasa dan para pemain harus memaksimalkan setiap peluang,” tegas McFarlane di situs resmi Chelsea.
Secara fisik, tim bekerja sama dengan departemen ilmu olahraga untuk menyelaraskan latihan dengan kebutuhan pertandingan. Analisis taktik dan pertemuan tim dilakukan untuk mengidentifikasi area perbaikan.
“Secara mental, fokus, ketahanan, dan konsistensi adalah kunci. Data membantu semuanya dengan memberikan wawasan objektif, tapi digunakan secara strategis bersama kepelatihan dan observasi,” tambahnya.
McFarlane juga mengajarkan para pemainnya bahwa tekanan adalah sebuah privilese. Bermain melawan lawan kuat merupakan bagian dari perkembangan yang harus diterima.
“Akan ada pasang dan surut, dan belajar mengelola keduanya adalah hal esensial. Kami juga punya tim psikologi khusus untuk dukungan yang disesuaikan bagi setiap pemain,” jelasnya.
Sebagai pelatih, ia berkomitmen membimbing para pemain melalui tantangan dan memastikan mereka mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk berkembang.
Tantangan Berat di Laga Debut
McFarlane akan menghadapi ujian berat dalam laga debutnya sebagai pelatih sementara. Chelsea memiliki rekor buruk dalam 11 pertemuan terakhir melawan Manchester City, dengan kemenangan terakhir terjadi pada final Liga Champions 2020/21.
Pada pertemuan terakhir, Chelsea kalah 3-1 dari Manchester City. Tiga kekalahan sebelumnya melawan tim asuhan Pep Guardiola menghasilkan agregat 6-1 untuk keunggulan City.