Toprak Razgatlioglu Hadapi Kendala Ban Belakang Yamaha, Seperti yang Pernah Dikeluhkan Rossi

Pabrikan motor asal Jepang, Yamaha Factory Racing, kembali dihadapkan pada isu stabilitas ban belakang yang telah lama menjadi perhatian di kancah MotoGP. Permasalahan ini sebelumnya pernah disuarakan oleh legenda balap Valentino Rossi, dan kini keluhan serupa datang dari pembalap baru mereka, Toprak Razgatlioglu.

Isu teknis ini mencuat saat sesi tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Chang. Razgatlioglu dilaporkan merasa kesulitan mendapatkan cengkeraman yang memadai pada ban belakang motor Yamaha.

Situasi ini mengindikasikan bahwa Yamaha masih bergulat dengan kelemahan fundamental pada motor mereka, meskipun berbagai pembaruan teknis telah diimplementasikan selama beberapa tahun terakhir.

Toprak Razgatlioglu Hadapi Tantangan Adaptasi Motor MotoGP

Bergabung dengan tim satelit Prima Pramac Racing untuk musim 2026, Toprak Razgatlioglu menggantikan posisi Miguel Oliveira. Sebagai juara dunia World Superbike, Razgatlioglu menghadapi tugas berat dalam mentransisikan diri dari tunggangan superbike ke mesin prototipe MotoGP.

Ia mengakui kendala dalam memahami karakteristik ban belakang Yamaha yang dinilainya kurang stabil, bahkan saat melaju di lintasan lurus.

“Masalah terbesar adalah ban belakang yang masih sangat sulit saya pahami. Ini pertama kalinya dalam hidup saya melihat ban selip di lintasan lurus. Sekali mulai selip, tidak pernah berhenti,” ungkap Razgatlioglu.

Keluhan ini semakin menegaskan kompleksitas teknis yang harus diatasi Yamaha menjelang dimulainya musim kompetisi.

Masalah Ban Belakang yang Pernah Dikeluhkan Valentino Rossi

Persoalan stabilitas ban belakang Yamaha bukanlah isu yang baru muncul. Jauh sebelum pensiun dari MotoGP pada tahun 2021, Valentino Rossi telah berulang kali menyoroti kelemahan ini.

Rossi, yang membela panji Yamaha sejak 2013 hingga akhir kariernya di kelas utama, menyatakan bahwa motor Yamaha kerap mengalami kekurangan traksi, terutama saat berakselerasi keluar tikungan.

“Kami sangat kesulitan terutama saat akselerasi karena saya tidak memiliki banyak grip di ban belakang,” ujar Rossi menjelang musim 2021.

Sejak saat itu, masalah stabilitas pada bagian belakang motor Yamaha dilaporkan menjadi problem berulang yang terus dihadapi pabrikan asal Jepang tersebut.

Perubahan Mesin ke V4 Belum Sepenuhnya Menyelesaikan Masalah

Yamaha telah mengambil langkah signifikan dengan mengembangkan mesin berkonfigurasi V4, menggantikan mesin inline-four yang telah lama digunakan. Keputusan ini merupakan salah satu perubahan teknis paling krusial dalam sejarah modern tim.

Namun, perubahan konfigurasi mesin tersebut ternyata belum berhasil sepenuhnya menghilangkan karakteristik motor yang dianggap kurang stabil pada bagian belakang.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa masalah serupa dapat terus menghambat performa pembalap Yamaha sepanjang musim 2026.

Posisi Berkendara Diduga Memperparah Kendala

Selain faktor teknis motor, gaya balap khas Razgatlioglu juga diduga berkontribusi terhadap performa ban belakang. Posisi berkendaranya yang unik membuat pembalap Turki itu kesulitan memaksimalkan fungsi perangkat aerodinamika belakang Yamaha.

Penggunaan perangkat tersebut berpotensi melanggar regulasi ketinggian jok MotoGP. Akibatnya, berkurangnya downforce diduga memperburuk kondisi selip saat keluar tikungan.

Meskipun demikian, manajemen tim tetap optimis bahwa Razgatlioglu mampu beradaptasi. Pengalaman dan talenta balapnya dinilai akan membantu mengatasi tantangan teknis dalam jangka panjang.

Gelar juara dunia MotoGP terakhir yang diraih Yamaha adalah melalui Fabio Quartararo pada musim 2021. Sejak saat itu, performa tim cenderung mengalami penurunan.

Kemenangan terakhir Yamaha di MotoGP tercatat pada Grand Prix Jerman 2022. Setelah itu, pabrikan asal Iwata ini kesulitan bersaing secara konsisten melawan rival kuat seperti Ducati dan Aprilia.

Situasi ini menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi Yamaha untuk kembali merebut posisi kompetitif di tengah persaingan MotoGP yang semakin sengit.

Baca Juga: Yamaha Dikabarkan Tidak Senang dengan Gestur Frustrasi Fabio Quartararo di Sirkuit Buriram

Dengan masih adanya kendala teknis yang belum terselesaikan dan pembalap baru yang masih dalam tahap adaptasi, Yamaha memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar untuk meningkatkan performa motor mereka.

Apabila solusi konkret tidak segera ditemukan untuk mengatasi isu stabilitas ban belakang, kelemahan ini berpotensi terus menjadi batu sandungan utama Yamaha dalam upaya mereka meraih gelar juara MotoGP musim 2026.