Performa Yamaha Tertinggal, Fabio Quartararo Akui Arah Pengembangan Motor Baru Belum Jelas

Pebalap tim pabrikan Yamaha Factory Racing, Fabio Quartararo, menyuarakan keprihatinannya mengenai arah pengembangan motor Yamaha untuk musim 2026 di ajang MotoGP. Kekhawatiran ini muncul menyusul performa yang dinilai belum meyakinkan pada sesi latihan MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram.

Juara dunia MotoGP 2021 itu mengungkapkan bahwa proyek motor terbaru Yamaha, termasuk upaya pengembangan mesin baru dengan konfigurasi yang berbeda dari mesin inline-four tradisional, masih dihadapkan pada berbagai kendala teknis. Peningkatan performa yang signifikan belum terlihat.

Yamaha tengah berupaya keras untuk bangkit setelah beberapa musim kesulitan bersaing dengan pabrikan Eropa, terutama dalam hal tenaga mesin dan kecepatan puncak.

Yamaha Dikabarkan Tidak Senang dengan Gestur Frustrasi Fabio Quartararo di Sirkuit Buriram

Performa Yamaha Tertinggal di MotoGP Thailand

Pada sesi latihan hari pertama di Buriram, Quartararo menjadi pebalap Yamaha tercepat, namun posisinya hanya ke-16 dengan selisih sekitar 1,3 detik dari catatan waktu tercepat. Hasil ini mengindikasikan Yamaha masih tertinggal jauh dari para rivalnya.

Quartararo menilai sulit bagi Yamaha untuk mengejar ketertinggalan waktu yang cukup besar. “Kami masih sangat jauh. Kami tahu betapa sulitnya mengejar dua persepuluh detik saja, apalagi setelah dua hari pengujian di trek yang sama,” ujarnya.

Meskipun hasil belum maksimal, Quartararo menegaskan akan terus berusaha memberikan yang terbaik dengan performa yang tersedia.

Mesin Baru Diperkirakan Belum Siap Hingga Le Mans

Lebih lanjut, Quartararo mengungkapkan bahwa mesin baru Yamaha kemungkinan baru siap digunakan pada seri Eropa, termasuk seri kandang di French Grand Prix di Le Mans. Ia memperkirakan balapan awal musim seperti di Brasil, Amerika Serikat, dan Qatar masih akan menggunakan paket mesin yang sama.

Ketidakpastian ini menegaskan bahwa Yamaha masih berada dalam fase pencarian arah pengembangan teknis demi meningkatkan daya saing motor mereka.

Mengakui Terlalu Optimistis

Selain menyoroti masalah teknis, Quartararo juga mengakui sempat terlalu optimistis terhadap potensi motor Yamaha menjelang musim 2026. Ia menjalani musim yang sulit selama pengujian pramusim, bahkan sempat menunjukkan gestur frustrasi terhadap motor.

Kini, ia memilih pendekatan yang lebih realistis. “Saya berbicara dengan tim dan para insinyur, dan saya rasa saya sedikit terlalu optimistis dengan potensi motor ini,” ungkapnya. “Sekarang saya mencoba lebih tenang dan tidak memaksakan sesuatu yang bisa berujung kesalahan.”

Catatan waktu terbaik Quartararo di sesi latihan Buriram terpaut sekitar 0,4 detik lebih lambat dibandingkan performanya di sesi yang sama musim sebelumnya. Situasi ini membuatnya harus menghadapi persaingan ketat di sesi kualifikasi pertama (Q1).

Dengan kondisi motor yang belum kompetitif, Quartararo diperkirakan menghadapi tantangan besar untuk menembus barisan depan pada balapan pembuka musim.

Alex Rins Relakan Motor Demi Proyek V4 Yamaha, Quartararo Akui Frustrasi

Yamaha Berupaya Bangkit

Performa kurang kompetitif dalam beberapa musim terakhir memberikan tekanan besar bagi Yamaha untuk segera meningkatkan performa motor. Pengembangan mesin baru menjadi strategi jangka panjang tim untuk kembali bersaing memperebutkan podium dan gelar juara dunia.

Namun, hingga awal musim 2026, Quartararo menegaskan bahwa proses tersebut masih membutuhkan waktu dan kerja keras dari seluruh tim. “Saya tidak merasa ada arah yang jelas saat ini. Kami masih mencoba menemukannya, tapi saya tetap berusaha bekerja dan memberikan yang terbaik bersama tim,” ujar Quartararo.