Alex Rins Relakan Motor Demi Proyek V4 Yamaha, Quartararo Akui Frustrasi
Pembalap Yamaha Factory Racing, Alex Rins, membuat keputusan mengejutkan pada hari terakhir tes pramusim MotoGP di Sirkuit Internasional Chang, Thailand. Ia rela menyerahkan salah satu motornya kepada rekan setim, Fabio Quartararo, demi mempercepat pengembangan mesin V4 terbaru Yamaha yang menjadi fokus utama pabrikan Jepang tersebut menjelang MotoGP 2026.
Manajemen Yamaha memang meminta agar Rins memberikan motor keduanya kepada Quartararo. Keputusan ini diambil setelah diskusi sehari sebelumnya, di mana Rins setuju demi kepentingan tim yang lebih besar.
“Saya memberikan motor kedua saya kepada Fabio. Kami perlu terus bekerja pada proyek ini dan harus bersikap murah hati,” ujar Rins kepada Crash.net, sembari menambahkan dengan nada bercanda, “sharing is caring“.
Rins Jalani Tes Sulit dengan Satu Motor
Akibat keputusan tersebut, Alex Rins terpaksa menjalani sisa sesi tes hanya dengan menggunakan satu motor. Keterbatasan perangkat ini membuat program pengujiannya tidak berjalan optimal.
Rins mencatat total 54 lap, dengan 29 lap di sesi pagi dan 25 lap di sesi sore. Ia menutup tes di posisi ke-20 dalam catatan waktu gabungan, terpaut +1,207 detik dari waktu tercepat. Rins mengaku kesulitan mengelola program tes karena jumlah motor yang terbatas dan jarak tempuh mesin yang sudah tinggi.
“Hari yang sulit untuk dikelola hanya dengan satu motor. Kami mencoba beberapa setelan, tapi tidak bisa melakukan banyak lap,” katanya.
Ia juga menyebut tenaga mesin berkurang saat mencoba melakukan time attack di akhir sesi karena penggunaan mesin yang sudah intensif. Meski begitu, Rins tetap menjalankan simulasi Sprint Race sebagai bagian dari program pengembangan, walau hasilnya masih tertinggal dari rival.
Quartararo Juga Terkendala dan Akui Frustrasi
Fabio Quartararo mengonfirmasi bahwa ia juga hanya menggunakan satu motor pada hari terakhir tes karena mesin yang tersedia telah mencapai batas penggunaan. Juara dunia MotoGP 2021 ini menyatakan fokus utama Yamaha saat ini adalah menemukan arah pengembangan motor baru, bukan mengejar catatan waktu.
“Saya masih belum menemukan arah pengembangan yang jelas. Mungkin setengah musim pertama akan digunakan untuk memahami motor dan meningkatkannya,” ujar Quartararo.
Pembalap asal Prancis itu mengakui sempat menunjukkan gestur frustrasi pada hari pertama tes karena performa motor yang dinilai masih jauh dari kompetitif.
“Saya ingin cepat dan kompetitif, tapi kami masih sangat jauh. Saya tidak ingin terbebani secara mental, jadi harus lebih tenang,” katanya.
Performa Yamaha V4 Masih Tertinggal dari Rival
Tes Buriram menjadi debut penuh mesin V4 Yamaha yang menggantikan konfigurasi inline sebelumnya. Namun, performa awal menunjukkan pabrikan Jepang itu masih tertinggal dari kompetitor.
Rata-rata pembalap Yamaha kehilangan sekitar 0,9 hingga 1,0 detik per lap dibanding simulasi Sprint terbaik milik Ai Ogura dari tim Trackhouse Aprilia. Waktu lap terbaik tes 2026 dicatat oleh Marco Bezzecchi dengan keunggulan sekitar satu detik atas pembalap Yamaha terdepan seperti Quartararo dan Jack Miller.
| Pabrikan | Tes 2025 | Tes 2026 | Selisih |
|---|---|---|---|
| Aprilia | 1m29.060s | 1m28.668s | -0.392s |
| Ducati | 1m28.855s | 1m28.836s | -0.019s |
| KTM | 1m29.133s | 1m29.021s | -0.112s |
| Honda | 1m29.399s | 1m29.296s | -0.103s |
| Yamaha | 1m29.586s (Inline) | 1m29.672s (V4) | +0.086s |
Data tersebut menunjukkan Yamaha menjadi satu-satunya pabrikan yang tidak mengalami peningkatan waktu lap dibanding tahun sebelumnya.
Rins menilai prediksi manajemen Yamaha soal awal musim yang sulit bukan tanpa alasan. Menurutnya, tidak ada pembalap yang siap berada di posisi belakang, tetapi kondisi saat ini harus dihadapi.
“Seorang pembalap tidak pernah siap berada di posisi terakhir. Jika mereka bilang akan sulit, mereka tidak berbohong,” kata Rins. Situasi ini menegaskan Yamaha masih membutuhkan waktu untuk memaksimalkan potensi mesin V4 dan kembali bersaing dengan pabrikan seperti Ducati dan Aprilia.
Fokus Jangka Panjang Menuju Musim 2026
Yamaha kini memilih fokus pada pengembangan jangka panjang dibanding hasil instan. Quartararo bahkan menyebut simulasi balapan saat tes masih tujuh hingga delapan persepuluh detik lebih lambat dibanding simulasi tahun sebelumnya.
Sesi latihan pembuka MotoGP Thailand 2026 dijadwalkan berlangsung Jumat pagi di Sirkuit Buriram dan akan menjadi indikator awal perkembangan Yamaha menghadapi musim baru. Dengan pengembangan mesin baru dan performa yang belum stabil, langkah Yamaha pada awal musim diperkirakan masih menghadapi tantangan besar sebelum kembali kompetitif di papan depan.