Meski P18 di FP MotoGP Amerika 2026, Race Pace Toprak Bikin Guintoli Terkesan

Komentar menarik datang dari analis TNT Sports, Sylvain Guintoli, usai sesi Practice MotoGP Amerika 2026 di Circuit of the Americas (COTA). Ia menilai progres adaptasi Toprak Razgatlioglu dengan Yamaha YZR-M1 mulai terlihat jelas, meski pembalap Turki itu hanya finis di posisi ke-18.

Razgatlioglu mencatat waktu 2:02.373 dan menjadi pembalap Yamaha tercepat ketiga. Di atasnya ada Fabio Quartararo (2:02.037) dan Jack Miller (2:02.242). Sementara Alex Rins justru menjadi yang paling lambat di antara Yamaha dengan 2:03.038.

Bukan Soal Satu Lap, Tapi Konsistensi Long Run

Guintoli menegaskan, yang membuatnya terkesan bukan catatan time attack, melainkan race pace Razgatlioglu saat simulasi balap di suhu trek COTA yang menyentuh lebih dari 40 derajat Celsius.

“Begitu suhu lintasan melewati 40–45 derajat, muncul rasa licin (greasy). Sulit membuat motor benar-benar menggigit aspal. Dengan ban MotoGP, ini sangat krusial,” ujarnya.

Menurut Guintoli, karakter ban Michelin di MotoGP menuntut pembalap jauh lebih halus saat membuka gas agar tidak memicu spin berlebih—kebiasaan yang berbeda dengan gaya agresif Razgatlioglu saat masih memakai Pirelli di WorldSBK.

Selisih Tipis dengan Quartararo di Simulasi Balap

Dalam simulasi balap pada Jumat, Razgatlioglu hanya terpaut 0,262 detik dari Quartararo. Angka ini dinilai signifikan mengingat ia baru menjalani musim perdananya di MotoGP.

“Dia sangat dekat dengan Quartararo dalam long run. Itu yang paling mengesankan,” kata Guintoli.

Sebelumnya, Razgatlioglu mengakui ia belajar banyak dengan mengikuti Quartararo pada balapan di Brasil, terutama memahami bagaimana pembalap Yamaha pabrikan memaksimalkan traksi saat akselerasi keluar tikungan.

Guintoli melihat tanda-tanda bahwa Razgatlioglu mulai memahami cara membuat Yamaha “hook up” dengan aspal—istilah untuk mendapatkan traksi optimal tanpa kehilangan grip akibat spin.

“Toprak terlihat mulai mendapatkan feel-nya. Ia mulai paham bagaimana menjaga traksi dan membuat motor melesat keluar tikungan.”

Meski hasil akhir menempatkannya di P18, indikator performa balap menunjukkan kemajuan penting dalam proses adaptasi Razgatlioglu bersama Yamaha di MotoGP.