— PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) menegaskan langkah ekspansi usai menyelesaikan private placement senilai sekitar Rp29,9 miliar. Dana tersebut diperoleh dari penerbitan 309,28 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp97 per saham.

Perusahaan menyatakan penggunaan dana akan difokuskan pada pengembangan layanan testing, inspection, and certification (TIC), sertifikasi halal, penguatan laboratorium, serta aktivitas yang berkaitan dengan keberlanjutan.

Strategi Penggunaan Dana

Direktur Utama Arifin Lambaga menyebut private placement ditujukan untuk meningkatkan kapasitas perseroan dalam memanfaatkan peluang ekonomi hijau dan industri berkelanjutan di Indonesia. Menurutnya, layanan pengujian, inspeksi, sertifikasi, verifikasi, dan assurance yang kredibel menjadi penopang utama.

Arifin menjelaskan ada tiga strategi utama yang akan didanai. Pertama, peningkatan kapasitas layanan TIC melalui investasi teknologi pengujian dan fasilitas laboratorium agar proses lebih cepat dan akurat.

Kedua, perluasan bisnis pada sektor yang diproyeksikan tumbuh, antara lain layanan pengujian halal, laboratorium toksikologi, keamanan pangan, dan pengujian komoditas masa depan. Ketiga, penguatan daya saing lewat digitalisasi layanan TIC, pengembangan sumber daya manusia, serta pemenuhan standar keberlanjutan global.

Alokasi Untuk Infrastruktur Laboratorium

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, sebagian besar dana—sekitar 50%—akan dialokasikan untuk penguatan infrastruktur pengujian internal, khususnya laboratorium lingkungan. Sisanya akan dipakai untuk memperluas cakupan pengujian dan ekspansi laboratorium di bidang pangan, sertifikasi ekosistem halal, uji toksikologi, serta pengujian logam tanah jarang.

Perusahaan menyatakan penggunaan dana tersebut telah sesuai rencana yang dipaparkan dalam keterbukaan informasi dan mendapat persetujuan RUPS Luar Biasa Independen.

Perubahan Struktur Modal dan Saham

Aksi private placement meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi Rp86,3 miliar dari sebelumnya Rp78,57 miliar. Jumlah saham beredar bertambah menjadi sekitar 3,45 miliar saham—memberi perusahaan fleksibilitas lebih besar untuk menjalankan strategi ekspansi tanpa mengganggu likuiditas operasional.

Investor dan Dukungan Strategis

Private placement diikuti sejumlah investor strategis, antara lain Samala Akselerasi Utama (yang mencatatkan penyerapan 103.092.700 saham), Rizky Pranadhi Brata, PT Intera Revolusi Indonesia Investment, dan PT Bumi Hijau Sedaya (menyerap 41.237.100 saham).

Manajemen menegaskan seluruh investor yang terlibat tidak memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham pengendali, pemegang saham utama, atau jajaran direksi dan dewan komisaris. Keputusan investasi, menurut manajemen, didasarkan pada fundamental perusahaan dan prospek bisnis, khususnya di sektor yang mendukung ekonomi hijau.

Fokus Pada Karbon dan Verifikasi

Perusahaan menyatakan pengembangan bisnis karbon menjadi salah satu fokus ke depan, seiring rencana pemberlakuan perdagangan karbon. MUTU memosisikan diri sebagai lembaga verifikasi yang mendukung implementasi perdagangan karbon melalui proses validasi dan verifikasi yang terakreditasi.

Direktur Keuangan Sumarna berharap masuknya investor strategis dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung rencana pertumbuhan jangka panjang. Arifin menambahkan perusahaan membentuk tim pemantau bersama perwakilan investor untuk memastikan efisiensi dan pelaksanaan strategi berjalan sesuai rencana, meski pihaknya tidak memberikan angka proyeksi kinerja tertentu untuk sisa tahun buku 2026.