— Berikut rangkuman lima berita paling ramai dibaca hingga Rabu, 1 Juli 2026. Topik yang mendapat perhatian mencakup pergerakan saham perbankan, perkembangan harga emas perhiasan, serta laporan keuangan korporasi.

Rangkuman ini menyajikan fakta utama dari setiap peristiwa agar pembaca memperoleh gambaran singkat dan padat tentang dinamika pasar dan laporan korporasi terkini.

Saham BBCA Tumbang

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat anjlok 6,33% ke level Rp5.550 pada akhir perdagangan Selasa, 30 Juni 2026. Tekanan datang dari aksi jual investor asing.

Dalam sepekan terakhir, saham emiten yang terafiliasi Grup Djarum ini telah terkoreksi 9,39%. Dalam pemantauan untuk perdagangan Rabu, 1 Juli 2026, CGS International Sekuritas menilai saham Bank Central Asia memiliki risiko turun dengan level support yang dirujuk dalam analisis mereka.

Harga Emas Perhiasan Terkini

Harga emas perhiasan tercatat bertahan pada pagi Rabu, 1 Juli 2026, di beberapa pedagang seperti Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas. Pergerakan harga menunjukkan dinamika yang terus berubah.

Calon pembeli dan investor emas perhiasan disarankan tetap memantau pergerakan harga untuk menentukan waktu terbaik dalam membeli atau menjual berdasarkan daftar harga masing-masing pedagang pada hari itu.

Saham BBRI Alami Penurunan

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali melemah 3,87% ke Rp2.730 pada akhir perdagangan Selasa, 30 Juni 2026. Pada sesi sebelumnya, Senin (29/6/2026), saham ini juga tutup melemah 1,05%.

Dari sisi valuasi, BBRI disebut sangat atraktif dan tercatat memiliki rasio price to book value (PBV) 1,22 kali, berada di bawah -2 standar deviasi PBV 10 tahun terakhir yang sebesar 1,64 kali menurut data aplikasi Stockbit Sekuritas.

Goldman Sachs Perkirakan Arah Baru Harga Emas

Analis di Goldman Sachs memproyeksikan harga emas dunia akan kembali memasuki tren kenaikan meski melewati penurunan tajam selama empat bulan terakhir. Proyeksi tersebut disampaikan oleh kepala riset komoditas global bank investasi itu, Samantha Dart.

Dart merujuk pada permintaan bank sentral yang kuat terhadap logam mulia sebagai faktor kunci yang dapat mendorong harga emas mendapatkan momentum pada paruh kedua tahun ini.

DSSA Catatkan Pendapatan Kuartal I-2026

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) merilis laporan keuangan kuartal I-2026 yang telah diaudit. Perseroan melaporkan pendapatan usaha sebesar US$693,23 juta atau sekitar Rp11,78 triliun, menggunakan kurs konversi Rp16.933 per dolar AS yang tercantum dalam laporan.

Pendapatan tersebut melemah 6% dibanding periode yang sama tahun 2025, saat pendapatan tercatat US$737,55 juta.