— Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Kesehatan membentuk tim investigasi guna menyelidiki penyebab meninggalnya lima peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menyatakan tim gabungan ditugaskan mengumpulkan data dan mengungkap faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kematian selama pelatihan.

“Kami sudah bentuk dan kami nanti akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi,” ujar Donny usai rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Berdasarkan informasi awal, Donny menyebut penyebab kematian kelima peserta tidak seragam. Beberapa di antaranya diduga meninggal karena kelelahan menyusul perubahan pola hidup dari lingkungan sipil ke disiplin barak militer.

Dia juga menyampaikan ada peserta yang memiliki penyakit bawaan meskipun sebelumnya dinyatakan layak mengikuti pendidikan setelah pemeriksaan kesehatan.

Faktor cuaca turut dicatat sebagai kemungkinan yang memengaruhi kondisi kesehatan peserta selama latihan.

“Mungkin cuaca dan sebagainya sehingga menyebabkan dari kondisi yang sudah terbatas tersebut akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Donny.

Donny menambahkan ada peserta dengan riwayat penyakit paru-paru dan jantung. Menurutnya, Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah antisipatif untuk mencegah potensi penularan penyakit paru-paru kepada peserta lain.

Dia menegaskan hasil investigasi diperlukan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan penyelenggaraan pendidikan SPPI ke depan.

“Intinya kita ingin secepatnya selesai karena hasil investigasi ini kan juga penting untuk kita gunakan dalam pelaksanaan pendidikan yang ada saat ini,” tutup Donny.