Detak.media — Analis KB Valbury Sekuritas menilai diskon valuasi saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) tidak beralasan karena fundamental perusahaan tetap kuat. Rumah riset itu mempertahankan rekomendasi buy dan memasang target harga saham TOWR di Rp 500.
Steven Gunawan, analis KB Valbury, memperkirakan pendapatan dari bisnis non-menara akan menjadi penggerak utama pertumbuhan TOWR pada semester I-2026. Proyeksi ini menjadi dasar penetapan target harga tersebut.
Proyeksi Pendapatan Non-Menara
KB Valbury memperkirakan pendapatan bisnis non-menara TOWR meningkat 19,6% secara tahunan menjadi Rp 2,6 triliun pada semester I-2026. Angka itu setara dengan 49,6% dari proyeksi pendapatan non-menara sepanjang 2026.
Pertumbuhan diperkirakan ditopang oleh monetisasi jaringan serat optik, khususnya layanan fiber to the tower (FTTT). Pendapatan FTTT diperkirakan naik 18,2% secara tahunan.
Pada kuartal II-2026, pendapatan FTTT diproyeksikan tumbuh 27% secara kuartalan, sehingga kontribusinya meningkat menjadi 20,5% dari total pendapatan, dibandingkan 16% pada kuartal I-2026.
Untuk keseluruhan tahun 2026, bisnis non-menara diperkirakan mencetak pendapatan sebesar Rp 5,2 triliun atau naik 12% secara tahunan. Kontribusi FTTT terhadap pendapatan perusahaan diproyeksikan meningkat menjadi 24,8%.
Implikasi Terhadap Profitabilitas dan EBITDA
KB Valbury memperkirakan peningkatan porsi pendapatan dari layanan serat optik akan mendukung profitabilitas karena margin layanan serat optik lebih tinggi dan dapat mengimbangi biaya ekspansi jaringan.
Untuk semester I-2026, rumah riset itu memproyeksikan EBITDA TOWR tumbuh 8,1% secara tahunan menjadi Rp 5,8 triliun, yang setara dengan 49,2% dari proyeksi EBITDA sepanjang 2026. EBITDA kuartal II-2026 ditaksir mencapai Rp 2,9 triliun atau naik 7% secara kuartalan, dengan margin EBITDA diproyeksikan mencapai 82,6%.
KB Valbury mempertahankan proyeksi EBITDA dan laba bersih TOWR untuk tahun 2026 masing-masing sebesar Rp 11,7 triliun dan Rp 3,8 triliun.
Valuasi dan Rekomendasi
Meski kualitas laba dinilai terus membaik, saham TOWR saat ini diperdagangkan pada valuasi EV/EBITDA sebesar 5,5 kali untuk proyeksi 2026. KB Valbury mencatat valuasi tersebut mencerminkan diskon 37,7% dibandingkan rata-rata valuasi TOWR selama lima tahun terakhir.
“Kami menilai diskon tersebut tidak beralasan, mengingat arus kas Sarana Menara Nusantara (TOWR) tetap kuat dan monetisasi jaringan serat optik terus berkembang,” ujar Steven.
Ikuti Detak.media
