Detak.media — PT Indo Premier Sekuritas resmi meluncurkan IPOT AI Trading, platform investasi berbasis kecerdasan buatan yang diklaim sebagai yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Perusahaan menyatakan teknologi ini membawa analitik AI tingkat tinggi—yang sebelumnya lebih banyak dinikmati institusi—ke tangan investor ritel.
Platform ini menjanjikan kemampuan pengolahan data pasar secara real time untuk mendukung keputusan investasi yang lebih objektif dan presisi bagi pengguna ritel.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan selama ini teknologi analitik berbasis AI, big data, dan komputasi canggih lebih banyak dimanfaatkan oleh institusi keuangan besar, hedge fund, dan investor profesional. Sementara investor ritel masih mengandalkan grafik harga, broker summary, atau informasi dari komunitas dalam mengambil keputusan investasi.
“AI yang sesungguhnya bukan sekadar mampu menjawab pertanyaan atau merangkum informasi. Nilai terbesar AI terletak pada kemampuannya mengolah data dalam skala yang jauh melampaui kapasitas manusia untuk menghasilkan insight yang lebih terukur dan mendukung keputusan investasi yang lebih presisi,” ujar Moleonoto dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).
Pilar Teknologi dan Kapabilitas
Menurut penjelasan perusahaan, IPOT AI Trading dibangun di atas tiga pilar teknologi: AI Big Data, AI Inferencing, dan AI-Powered Decision Engine. Ketiganya dirancang untuk mengolah jutaan data pasar secara real time—mulai dari pergerakan harga, order book, aktivitas broker, hingga laporan keuangan emiten—untuk menghasilkan analisis yang lebih akurat.
Kapabilitas tersebut diklaim memungkinkan platform membaca pola pasar dengan tingkat presisi yang lebih tinggi, sehingga investor ritel dapat mengakses wawasan yang selama ini menjadi domain investor institusi.
Lima Fitur Utama
Perusahaan merinci lima fitur utama yang disediakan IPOT AI Trading:
- AI Analytics
- AI Trade Flow
- AI Notification
- AI Financial
- AI Real-Time Indicators
Kelima fitur itu memungkinkan pengguna memantau fundamental emiten, arus transaksi, kondisi keuangan, serta indikator pasar dalam satu aplikasi.
Basis Data dan Keamanan
Moleonoto menambahkan platform tersebut didukung aset kustodian (asset under custody) sekitar Rp312 triliun, yang menjadi basis data untuk melatih algoritma AI agar semakin presisi dalam membaca pola pasar.
Selain mengembangkan kapabilitas AI, IPOT mengintegrasikan riset dari tim analis institusi serta menerapkan sistem keamanan siber berlapis untuk melindungi akun investor.
“AI seharusnya tidak hanya menyajikan informasi, tetapi membantu investor mengambil keputusan investasi yang lebih baik, lebih objektif, dan lebih presisi,” tutup Moleonoto.
Ikuti Detak.media
