— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 113,4 poin atau 1,92% ke level 6.037,8 saat penutupan perdagangan Senin (13/7/2026). Pergerakan positif ditopang oleh penguatan luas pada saham-saham LQ45 dan sejumlah saham kecil yang mencatat lonjakan tajam.

Pasar mencatat 392 saham naik, 268 turun, dan 305 stagnan dengan total nilai transaksi mencapai Rp 11,8 triliun. Beberapa emiten juga mencapai batas kenaikan harian atau auto rejection atas (ARA).

Pergerakan Saham Unggulan

Di antara saham berefek sentral, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 8,02% dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 7,6%. Beberapa saham lain yang masuk daftar top gainers melonjak drastis, antara lain BKDP hingga ATAP dengan kenaikan antara 24% sampai 31%.

Saham Mentok ARA

Tiga saham tercatat mentok ARA pada penutupan yakni PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melonjak 25%, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) naik 24,7%, dan PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) naik 24,4%.

Daftar Saham Penguat dan Pelemah

  • Penguat terbesar: PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) +31,07% ke Rp 135; PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) +25,4% ke Rp 79; PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) +25% ke Rp 650; PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) +24,7% ke Rp 272; PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) +24,4% ke Rp 555.
  • Pelemah signifikan: PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) -14,8% ke Rp 240; PT Niramas Utama Tbk (JELI) -14,7% ke Rp 1.275; PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) -10,6% ke Rp 59; PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) -10,5% ke Rp 204; PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) -9,3% ke Rp 234.

Performa Sektor

Sebagian besar sektor berakhir menguat. Sektor barang baku memimpin penguatan sebesar 2,9%, diikuti sektor energi 2,6% dan perindustrian 2,4%. Sektor barang konsumen primer, infrastruktur, keuangan, transportasi, teknologi, dan properti juga mencatat kenaikan masing-masing antara 0,16% sampai 1,9%.

Sebaliknya, sektor kesehatan turun 0,26% dan sektor barang konsumen non-primer melemah 0,05%.

Sentimen Pasar

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan sentimen global dipengaruhi memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk serangan terbaru AS terhadap Iran serta ketidakpastian jalur pelayaran di Selat Hormuz yang membuat pelaku pasar berhati-hati.

Pilarmas juga mencatat pasar menantikan sejumlah data ekonomi penting dari AS, terutama data inflasi pekan ini yang dinilai akan memberi petunjuk arah kebijakan moneter The Fed. Selain itu, lembaga mencatat S&P Global mempertahankan rating Indonesia di BBB/A-2 dengan outlook stabil, dan pelaku pasar menunggu penampilan Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres AS pada Selasa dan Rabu waktu setempat.

Rasio Domestik

Dari domestik, Pilarmas menyebut penguatan IHSG masih terbatas meski Menteri Keuangan menyampaikan kinerja APBN semester I-2026 tetap sehat dan terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.