— Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan bukti kehadiran negara dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat.

Menurut Ibas, rumah layak bukan sekadar tempat berteduh, melainkan fondasi bagi keluarga sehat, produktif, dan sejahtera. Pernyataan itu disampaikannya ketika meninjau pelaksanaan BSPS di Desa Mendolo Kidul, Kabupaten Pacitan, Sabtu (4/7).

Dalam kunjungan tersebut, Ibas sempat meninjau rumah salah satu penerima manfaat, Susi, dan menyaksikan perubahan kondisi bangunan yang kini dinilai lebih aman dan nyaman untuk ditempati.

“Tadi saya berkunjung ke rumah Ibu Susi yang menerima bantuan BSPS. Alhamdulillah sekarang rumahnya jauh lebih layak, lebih nyaman, dan tentunya dapat menunjang aktivitas keluarga agar semakin produktif,” ujar Ibas.

Ibas menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program BSPS yang dinikmati masyarakat sejak era pemerintahan sebelumnya hingga saat ini. Ia berharap semakin banyak keluarga yang memperoleh manfaat program tersebut.

Lebih jauh, Ibas menekankan pentingnya menghadirkan hunian aman dan layak sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup sekaligus penguatan kesejahteraan keluarga.

Ia mencatat masih terdapat banyak rumah di desa yang memerlukan perbaikan dan mengatakan aspirasi tersebut akan terus diperjuangkan agar lebih banyak warga dapat menikmati manfaat BSPS.

“Rumah adalah tempat kita berteduh dan membangun kehidupan keluarga. Saya mendengar masih banyak rumah masyarakat yang membutuhkan perbaikan. InsyaAllah setiap aspirasi yang kami terima akan terus kami perjuangkan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah yang layak,” kata Ibas.

Ibas juga menekankan bahwa pembangunan rumah layak tidak hanya soal fisik bangunan, tetapi juga menyangkut ketenteraman keluarga sebagai pondasi kehidupan berbangsa. Ia mengutip pepatah Jawa untuk menegaskan hubungan antara keharmonisan keluarga dan ketenteraman sosial.

Dalam pernyataannya, Ibas mengingatkan agar tidak ada warga yang tinggal di rumah dengan atap bocor, dinding rapuh, atau lantai belum layak. Ia menyebut nilai bantuan BSPS tidak selalu besar, namun berdampak signifikan bagi penerima.

“Bantuan sebesar Rp20 juta mungkin terlihat kecil, tetapi manfaatnya sangat besar untuk memperbaiki rumah warga menjadi lebih layak. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan seluruh masyarakat yang bergotong royong menyukseskan program ini hingga tuntas,” ungkap Ibas.

Menutup agenda kunjungannya, Ibas menegaskan keberhasilan pembangunan lahir dari kolaborasi antara pemerintah, wakil rakyat, pemerintah desa, dan masyarakat.

Susi, penerima manfaat, mengaku bersyukur karena rumahnya kini tidak bocor lagi, lebih kokoh, dan nyaman untuk ditinggali bersama ketiga anaknya. Kepala Desa Mendolo Kidul Suyono turut mengapresiasi perjuangan Ibas dan menyebut desa juga merasakan manfaat program lain seperti P3-TGAI dan bantuan alsintan.

Daftar Hadir Dalam Kegiatan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Camat Punung Pudji Haryono, Kepala Desa Mendolo Kidul Suyono, anggota DPRD Kabupaten Pacitan Baginda Rahardian Pratama, serta tokoh masyarakat dan warga setempat yang mengikuti sosialisasi dan dialog.