— Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 4,0 mengguncang wilayah laut 171 kilometer Utara Tahuna, Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat, 20 Juni 2026 pukul 04:56:18 WIB. Guncangan ini dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer. BMKG mengimbau agar informasi mengenai gempa ini diteruskan kepada masyarakat sebagai bentuk kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan.

Menurut analisis resmi BMKG, episentrum gempa ini terletak pada koordinat geografis 5.09 Lintang Utara dan 125.07 Bujur Timur. Lokasi tersebut menempatkan pusat gempa berada di laut, tepatnya sekitar 171 kilometer di sebelah Utara kota Tahuna, Kepulauan Sangihe. Dengan kedalaman yang relatif dangkal, yaitu 10 kilometer, gempa ini memiliki potensi untuk dirasakan secara signifikan oleh warga di sekitar pusat guncangan.

Berdasarkan laporan BMKG, guncangan gempa ini dirasakan di wilayah Marore dengan skala intensitas II Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala II MMI, getaran gempa umumnya dirasakan oleh beberapa orang yang sedang beristirahat atau berada di dalam bangunan. Benda-benda ringan yang digantung juga mungkin akan terlihat bergoyang akibat getaran tersebut. Meskipun demikian, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa ini.

BMKG menegaskan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 4,0 ini tidak berpotensi tsunami. Meskipun demikian, masyarakat di wilayah terdampak, khususnya di Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Warga juga dianjurkan untuk memeriksa kembali kondisi bangunan rumah masing-masing guna memastikan tidak ada kerusakan struktural yang berpotensi membahayakan. Tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan selalu ikuti informasi resmi dari BMKG.