Detak Media — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,3 mengguncang wilayah timur laut Bombana, Sulawesi Tenggara, pada Rabu, 13 Mei 2026, pukul 13:37 WIB. Menurut rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di kedalaman yang sangat dangkal, yakni 3 kilometer. Gempa ini dilaporkan dirasakan oleh masyarakat setempat dan diimbau agar informasinya dapat diteruskan kepada publik untuk kewaspadaan.
BMKG merinci bahwa episentrum gempa terletak pada koordinat 4.66 Lintang Selatan dan 122.06 Bujur Timur. Lokasi ini menempatkan pusat gempa secara spesifik di laut, sekitar 10 kilometer timur laut dari Kota Bombana. Kedalaman gempa yang sangat dangkal ini, hanya 3 kilometer di bawah permukaan laut, berkontribusi pada intensitas guncangan yang dapat dirasakan di wilayah terdekat.
Guncangan akibat gempa M 2,3 ini dirasakan dengan intensitas II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI) di wilayah Bombana. Pada skala MMI, intensitas II menunjukkan getaran dirasakan oleh beberapa orang, terutama mereka yang berada di lantai atas bangunan, dengan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara itu, intensitas III berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk besar yang melintas di dekat bangunan.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami mengingat magnitudonya yang kecil dan kedalaman yang dangkal. Pihak BMKG menyatakan bahwa gempa ini dirasakan dan informasinya perlu diteruskan kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap dianjurkan untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal mereka dan mewaspadai kemungkinan adanya gempa susulan meskipun kecil.
Ikuti Detak Media
