— Garuda Indonesia menuntaskan seluruh rangkaian operasional penerbangan haji 1447 H/2026 M dengan mencatat tingkat ketepatan waktu rata-rata atau on time performance (OTP) sebesar 94,3%.

Tingkat ketepatan waktu tersebut tercatat sebagai indikator positif atas penguatan kinerja operasi maskapai secara berkelanjutan, termasuk pada fase kepulangan yang mencatat OTP sebesar 90,3%.

Dengan angka tersebut, keseluruhan operasional keberangkatan dan kepulangan haji 1447 H/2026 M membukukan OTP kumulatif sebesar 94,3%.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan bahwa penyelesaian operasional haji tahun ini merepresentasikan komitmen Garuda Indonesia dalam menjalankan amanah negara melalui penyediaan layanan transportasi udara yang aman, andal, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.

“Penyelenggaraan penerbangan haji bukan sekadar aktivitas operasional, melainkan amanah nasional yang mempertemukan aspek pelayanan publik, keselamatan penerbangan, dan tanggung jawab kemanusiaan. Kami bersyukur seluruh rangkaian operasional dapat diselesaikan dengan baik melalui kolaborasi erat dengan berbagai stakeholder lainnya,” ujar Glenny dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (14/07/2026).

Glenny menuturkan capaian ketepatan waktu ini juga mencerminkan progres dari upaya transformasi perusahaan dalam memperkuat kesiapan armada, efektivitas koordinasi, serta konsistensi kualitas layanan.

“Capaian ini menjadi salah satu indikator positif bahwa penguatan fundamental operasional yang terus kami jalankan mulai memberikan hasil. Namun demikian, transformasi merupakan proses yang berkelanjutan,” ucapnya.

Menurut Glenny, keberhasilan operasional haji tidak hanya diukur dari ketepatan waktu penerbangan, tetapi juga dari kemampuan seluruh ekosistem layanan dalam menjaga kenyamanan dan kualitas pelayanan bagi jemaah, khususnya kelompok lanjut usia dan jemaah yang membutuhkan pendampingan khusus, sejak keberangkatan dari Tanah Air hingga kembali kepada keluarga.

“Kami meyakini setiap jemaah berhak mendapatkan perjalanan ibadah yang aman, nyaman, dan bermartabat. Berbagai masukan dan pengalaman selama penyelenggaraan haji tahun ini akan menjadi landasan penting untuk menyempurnakan layanan pada musim haji berikutnya agar semakin adaptif terhadap kebutuhan jemaah Indonesia,” tambahnya.

Pada hari terakhir fase pemulangan, 30 Juni 2026, Garuda Indonesia mengoperasikan penerbangan untuk Kloter 41, 42, dan 43 Embarkasi Makassar serta Kloter 19 Embarkasi Banjarmasin.

Fase kepulangan berlangsung sejak 1 Juni 2026, diawali dengan penerbangan dari Jeddah hingga 15 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dari Madinah pada periode 16–30 Juni 2026.