Detak.media — PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menunda pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang semula dijadwalkan 16 Juli 2026. Direktur FORU menyatakan RUPSLB ditunda dan akan diselenggarakan pada 22 Juli 2026 di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, dengan mekanisme kehadiran elektronik.
RUPSLB yang sebelumnya dipanggil untuk 16 Juli memuat tiga mata acara utama: persetujuan perubahan atau penambahan kegiatan usaha (transaksi material), persetujuan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD atau rights issue), dan persetujuan transaksi material di atas 50% (transaksi material).
Dalam keterbukaan informasi terbaru, FORU menyatakan rencana perubahan kegiatan usaha, pelaksanaan PMHMETD I (rights issue), serta pelaksanaan transaksi material dan transaksi afiliasi. Persetujuan atas rencana tersebut awalnya diminta dalam RUPSLB pada 16 Juli 2026.
Manajemen FORU merinci bahwa rencana PMHMETD I akan menawarkan sebanyak-banyaknya 219.478.726.480 saham baru, setara dengan 99,79% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I.
Setiap pemegang 100 saham lama yang tercatat pada daftar pemegang saham per 14 September 2026 berhak atas 47,177 HMETD. Setiap 1 HMETD memberi hak membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham.
Dengan asumsi seluruh HMETD dilaksanakan, nilai keseluruhan rights issue FORU mencapai Rp27,65 triliun.
Peran Pengendali dan Skema Inbreng
FORU menjelaskan bahwa pengendali, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), akan melakukan penyertaan modal berupa inbreng sebanyak 168.581.349.207 saham perseroan. Penyertaan ini berbentuk bukan uang, yakni berupa 10.780 saham seri A yang setara dengan 49% kepemilikan atas PT Borneo Prima (BP), milik IMR AH.
Berdasarkan harga pelaksanaan rights issue, nilai penyetoran saham BP oleh IMR AH sebesar Rp21,24 triliun.
Transaksi material dan transaksi afiliasi yang direncanakan berbentuk penerimaan pengalihan saham BP milik IMR AH sebagai bagian dari rencana inbreng modal non-tunai.
Perubahan Bidang Usaha dan Alasan Ekspansi
FORU berencana mengubah bidang usaha dari aktivitas media dan percetakan melalui entitas anak menjadi aktivitas perusahaan holding. Manajemen menyatakan saat ini bidang usaha perseroan adalah media dan percetakan melalui entitas anak.
Seiring perkembangan dan peluang bisnis, perseroan melihat potensi yang lebih produktif pada industri pertambangan batu bara kokas (coking coal), sehingga berencana mengembangkan kegiatan usaha melalui rencana inbreng untuk meningkatkan kinerja ke depan. Ekspansi ini didasarkan pada prospek positif industri pertambangan, khususnya segmen batu bara metalurgi.
Profil BP dan Cadangan Batu Bara
BP bergerak di bidang pertambangan batu bara jenis coking coal dan berlokasi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Kawasan konsesi BP seluas 15.000 hektare dan dilaporkan memiliki cadangan batu bara dengan nilai kalori (CV adb) hingga 7.850 kcal/kg.
Estimasi cadangan batu bara BP disusun berdasarkan laporan cadangan dari SMG Consultant sesuai Kode JORC 2012. Berikut ini adalah tabel estimasi cadangan batu bara BP berdasarkan laporan tersebut.
Rencana Penggunaan Dana
Secara garis besar, rencana penggunaan dana dari PMHMETD I setelah dikurangi biaya emisi adalah sebagai berikut: sekitar 76,81% akan dipakai untuk memperoleh saham BP milik IMR AH senilai Rp21,24 triliun melalui penyertaan modal IMR AH kepada perseroan dalam bentuk selain uang (inbreng).
Sisa dana PMHMETD I yang diperoleh dari publik dalam bentuk uang akan disalurkan perseroan sebagai pinjaman kepada BP untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja terkait kegiatan operasional pertambangan serta menunjang aktivitas produksi.
Pelaksanaan HMETD oleh IMR AH akan dilakukan sebanyak 168.581.349.207 lembar atau sebesar 76,81%, senilai Rp21,24 triliun, melalui penyertaan modal inbreng berupa saham BP. IMR AH telah menandatangani perjanjian terkait rencana transaksi dengan perseroan.
Untuk tujuan keterbukaan informasi, rencana inbreng menggunakan basis laporan keuangan konsolidasian auditan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026.
Bagian HMETD yang berasal dari porsi publik sebanyak-banyaknya senilai Rp6,41 triliun akan disetorkan kepada perseroan dalam bentuk uang.
Ikuti Detak.media
