IHSG Menguat di Awal 2026, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp16.301 Triliun
Pasar saham Indonesia mengawali tahun 2026 dengan catatan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat signifikan sepanjang periode 5-9 Januari 2026, menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi dan minat investor yang kembali tumbuh.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berhasil naik 2,16% secara mingguan. Indeks ditutup di level 8.936,75 pada Jumat (9/1/2026), melonjak dari posisi 8.748,13 pada pekan sebelumnya. Puncak penguatan bahkan sempat membuat IHSG menembus level psikologis 9.000 untuk pertama kalinya di awal tahun.
IHSG Lampaui Rekor Tertinggi Awal Tahun
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi pencapaian penting IHSG di awal tahun ini. Kautsar menyatakan bahwa pada Rabu (7/1/2026), IHSG ditutup pada level tertinggi sepanjang masa di 8.944,81.
“Pada Kamis (8/1/2026), IHSG juga berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92,” ujar Kautsar dalam keterangan resmi BEI yang dirilis Sabtu (10/1/2026). Meskipun sempat mengalami koreksi ringan di akhir pekan akibat aksi ambil untung oleh sebagian investor, sentimen pasar secara keseluruhan tetap positif.
Kapitalisasi Pasar dan Aktivitas Transaksi Meningkat
Penguatan indeks turut mendongkrak kapitalisasi pasar BEI. Nilai kapitalisasi pasar tercatat naik 1,79% menjadi Rp16.301 triliun, meningkat dari Rp16.014 triliun pada pekan sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan nilai perusahaan yang terdaftar di bursa.
Indikator aktivitas perdagangan menunjukkan lonjakan paling mencolok. Rata-rata volume transaksi harian melonjak 48,08% menjadi 61,78 miliar lembar saham, naik dari 41,72 miliar lembar saham. Nilai transaksi harian rata-rata juga mengalami kenaikan tajam sebesar 44,68%, mencapai Rp31,45 triliun dari Rp21,74 triliun pada pekan lalu.
Frekuensi transaksi harian rata-rata pun meningkat signifikan, yaitu sebesar 42,74%. Angkanya mencapai 3,98 juta kali transaksi, naik dari 2,79 juta kali transaksi pada periode sebelumnya. Kenaikan ini menandakan peningkatan partisipasi investor dalam aktivitas jual beli saham.
Investor asing menunjukkan minat yang kuat terhadap pasar saham Indonesia. Pada perdagangan Jumat (9/1/2026), tercatat adanya nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp2,56 triliun di seluruh pasar. Secara kumulatif sejak awal tahun hingga 9 Januari 2026, investor asing telah mencatatkan net buy sebesar Rp3,1 triliun.
Pencatatan Obligasi dan Sukuk di BEI
Aktivitas di pasar surat utang juga menunjukkan dinamika positif. Sepanjang pekan pertama Januari 2026, BEI mencatat pencatatan tiga obligasi dan satu sukuk dari sejumlah emiten. PT Eagle High Plantations Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025, masing-masing senilai Rp210 miliar.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2025 senilai Rp351,96 miliar. Sementara itu, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 dengan nilai Rp500 miliar.
Dengan pencatatan terbaru ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sepanjang tahun 2026 mencapai 4 emisi dari 3 emiten dengan nilai total Rp216,97 triliun. Secara keseluruhan, hingga saat ini, BEI mencatat 662 emisi obligasi dan sukuk dengan nilai nominal outstanding Rp539,79 triliun dan setara USD134,01 juta dari 136 emiten.
Selain itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.484,29 triliun dan USD352,10 juta. Untuk Efek Beragun Aset (EBA), tercatat sebanyak 6 emisi dengan nilai total Rp3,99 triliun.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Detak.Media tidak bertanggung jawab atas segala keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi pembaca.