BEI Umumkan Kalender Libur Bursa Desember 2025, IHSG Akhiri Perdagangan di Zona Hijau

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merilis kalender libur bursa untuk tahun 2025, termasuk jadwal pada bulan Desember. Hari ini, Selasa (30/12/2025), tercatat sebagai hari terakhir perdagangan saham di BEI sebelum memasuki libur bursa pada Rabu, 31 Desember 2025.

Sepanjang Desember 2025, terdapat 20 hari bursa yang efektif, mempertimbangkan libur Hari Raya Natal, cuti bersama, serta libur akhir pekan. Jadwal libur bursa pada Desember 2025 merujuk pada informasi dari laman idx.co.id.

Libur yang ditetapkan meliputi:

  • Kamis, 25 Desember 2025: Hari Raya Natal
  • Jumat, 26 Desember 2025: Cuti Bersama Hari Raya Natal
  • Rabu, 31 Desember 2025: Libur Bursa Akhir Tahun

Selain itu, libur akhir pekan pada setiap Sabtu dan Minggu di bulan Desember 2025 juga memengaruhi jumlah hari bursa, yaitu pada tanggal 5-6, 12-13, 19-20, dan 27-28 Desember.

Menjelang akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan terakhirnya di BEI, Selasa (30/12/2025). IHSG ditutup menguat terbatas, dengan sektor saham consumer siklikal memimpin kenaikan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,03% ke posisi 8.646,93. Sementara itu, indeks saham LQ45 mengalami pelemahan 0,64% ke posisi 846,57. Sebagian besar indeks saham acuan lainnya terpantau melemah.

Pada perdagangan Selasa tersebut, IHSG mencapai level tertinggi 8.663,66 dan level terendah 8.584,86. Sebanyak 346 saham menguat, 317 saham melemah, dan 146 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 2.607.631 kali dengan volume perdagangan saham 39,5 miliar lembar. Nilai transaksi harian saham tercatat sebesar Rp 20,6 triliun, dengan posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.755.

Analisis Kinerja Sektor Saham

Dari 11 sektor saham yang ada, enam sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor saham consumer siklikal mencatat kenaikan terbesar sebesar 3,03%. Diikuti oleh sektor infrastruktur yang bertambah 2,04%, dan sektor keuangan yang menanjak 0,97%.

Sektor consumer nonsiklikal juga mengalami kenaikan 0,51%, sektor properti bertambah 0,36%, dan sektor industri naik 0,19%. Sementara itu, sektor saham kesehatan mengalami koreksi terbesar dengan penurunan 1,53%. Sektor basic susut 1,17%, teknologi melemah 0,98%, energi terpangkas 0,19%, dan transportasi susut 0,11%.

Pandangan Analis

Pengamat pasar modal, Reydi Octa, menuturkan bahwa investor cenderung bersikap wait and see pada hari terakhir perdagangan di BEI tahun 2025. Hal ini dikarenakan banyak investor yang enggan menahan posisi mereka melewati masa libur panjang.

“Sehingga jika investor portofolionya sudah ada keuntungan, investor bisa mengunci keuntungannya terlebih dahulu lalu mulai buyback pada awal tahun,” kata Reydi Octa saat dihubungi Liputan6.com. Ia menambahkan, pada hari yang sama juga terdapat ex date dividen dari BBRI dan ADRO, yang turut menghambat pergerakan IHSG.

Pergerakan Saham Pilihan

Pada hari terakhir perdagangan di BEI tahun 2025, saham AUTO tercatat merosot 0,37% ke posisi Rp 2.690 per saham. Saham ini dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 2.710 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp 2.710 serta terendah Rp 2.670. Total frekuensi perdagangan saham AUTO mencapai 1.266 kali dengan volume 24.944 lembar dan nilai transaksi Rp 6,7 miliar.

Saham SMGR ditutup menguat 0,76% ke posisi Rp 2.640 per saham. Saham ini dibuka stagnan di Rp 2.620 dan bergerak di antara Rp 2.670 (tertinggi) dan Rp 2.610 (terendah). Perdagangan saham SMGR melibatkan 2.739 frekuensi, 95.658 volume, dan nilai transaksi Rp 25,3 miliar.

Sementara itu, saham MMLP mengalami penurunan 0,40% ke harga Rp 498 per saham. Saham ini dibuka stagnan di Rp 500, dengan level tertinggi Rp 525 dan terendah Rp 494. Frekuensi perdagangan MMLP tercatat 1.468 kali dengan volume 5.419.658 lembar dan nilai transaksi Rp 314,3 miliar.

Saham BOGA ditutup stagnan di harga Rp 1.115 per saham. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi Rp 1.120 dan terendah Rp 1.060. Total frekuensi perdagangan BOGA sebanyak 59 kali dengan volume 5.408 lembar dan nilai transaksi Rp 575,1 juta.