Detak.media — PT Elnusa Petrofin melakukan transformasi digital menyeluruh di sejumlah lini operasional untuk memperkuat keandalan distribusi energi nasional. Langkah ini tidak sekadar mengejar produktivitas, tetapi juga diarahkan untuk melindungi pekerja, masyarakat, aset perusahaan, dan lingkungan di sekitar wilayah operasi.
“Transformasi digital tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi pekerja, masyarakat, aset perusahaan, dan lingkungan di sekitar wilayah operasi,” ujar Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan, Jakarta, Sabtu (11/7/2026).
Inovasi Digital Operasional
Salah satu implementasi strategis yang dijalankan adalah pengembangan Road Traffic Control (RTC) dan Remote Asset Daily Activity Recorder (RADAR). RTC menggabungkan GPS tracking dan kamera berbasis kecerdasan buatan untuk memantau pergerakan armada, kondisi pengemudi, kepatuhan terhadap batas kecepatan, serta potensi penyimpangan rute secara waktu nyata.
RADAR difungsikan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan aktivitas dan integritas aset, khususnya pada lokasi operasional yang terpencil atau memerlukan pengawasan khusus.
Menurut Doni, pemanfaatan teknologi tersebut bagian dari upaya memperkuat operational excellence dan Health, Safety, Security, & Environment (HSSE) excellence, serta memastikan proses distribusi energi berlangsung aman, efisien, andal, dan bertanggung jawab.
Komitmen Terhadap Transisi Energi
Elnusa Petrofin menyatakan terus memperkuat peran dalam mendukung agenda transisi energi dan target Net Zero Emissions 2060. Salah satu wujud komitmen itu adalah keterlibatan perusahaan dalam implementasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.
Doni menjelaskan inisiatif Green Terminal mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, digitalisasi operasional, teknologi ramah lingkungan, ekonomi sirkular, perlindungan biodiversitas, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Perusahaan juga menyebutkan keterlibatan dalam penyaluran Biosolar Industri B50 sebagai bagian dari transformasi dari layanan logistik energi konvensional menuju penyedia jasa energi terintegrasi yang adaptif terhadap perkembangan energi rendah karbon.
“Perusahaan juga terus mendorong efisiensi energi, pengelolaan limbah, penghijauan, konservasi lingkungan, dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG dalam aktivitas bisnisnya,” kata Doni.
Perayaan 30 Tahun dan Peran Rantai Pasok
Elnusa Petrofin memperingati hari ulang tahun ke-30 dengan tema “Connecting Your Energy”, yang menegaskan perjalanan perusahaan menghubungkan energi dengan kehidupan masyarakat, pertumbuhan industri, kemajuan daerah, dan pembangunan berkelanjutan.
Didirikan pada 5 Juli 1996, perusahaan menyatakan telah berkembang menjadi penyedia jasa energi dan solusi rantai pasok terintegrasi yang mendukung penyaluran dan pemerataan energi nasional, termasuk ke wilayah geografis menantang.
Dalam aktivitas bisnisnya, Elnusa Petrofin memperkuat kapabilitas layanan mulai dari transportasi dan logistik energi, pengelolaan terminal dan fasilitas penyimpanan, pembangunan infrastruktur, hingga penyediaan bahan bakar untuk sektor industri dan maritim serta layanan pelumas dan bahan kimia terintegrasi.
Jaringan operasional yang tersebar dari Sumatra hingga Papua disebutkan membantu mewujudkan keadilan energi melalui pengelolaan rantai pasok yang disesuaikan karakteristik wilayah. Di kawasan timur dan barat Indonesia, perusahaan mengembangkan layanan logistik energi multimoda untuk menjangkau daerah dengan keterbatasan akses.
Memasuki usia tiga dekade, Elnusa Petrofin kembali menunjukkan kesiapan operasionalnya dengan penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal Pulau Laut, Kalimantan Selatan, sebagai kontribusi memperkuat ketahanan energi nasional dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya domestik.
“Kami ingin memastikan bahwa di balik setiap energi yang tersalurkan, terdapat sistem yang andal, sumber daya manusia yang kompeten, teknologi yang terus berkembang, serta tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan keberlanjutan,” tutup Doni.
Ikuti Detak.media
