— Investor legendaris Warren Buffett memutuskan tidak memasukkan yayasan milik Bill Gates dalam daftar penerima donasi tahunan senilai US$ 6 miliar (sekitar Rp 108,4 triliun) tahun ini. Keputusan itu muncul setelah terungkapnya hubungan pendiri Microsoft tersebut dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Dalam pengumuman resmi yang dirilis Rabu (15/7/2026), Buffett, 95 tahun, menyebut akan mengalihkan seluruh dana donasi tahun ini kepada empat yayasan yang dikelola oleh keluarganya sendiri, tanpa menyebut nama Bill Gates maupun yayasannya.

Buffett juga mempercepat rencana pembagian harta warisannya. Ia menargetkan seluruh sisa sahamnya di Berkshire Hathaway, yang bernilai lebih dari US$ 140 miliar (sekitar Rp 2.529,4 triliun), harus sudah habis didonasikan ke badan amal per 31 Desember 2034.

“Tentu saja kematian tidak bisa diprediksi. Namun, sisa saham saya dipastikan akan disumbangkan ke empat yayasan keluarga sebelum akhir 2034,” ujar Buffett dalam pernyataan resminya, Rabu.

Langkah ini mempercepat rencana sebelumnya pada 2024, yang semula memberi waktu bagi ketiga anaknya untuk mendistribusikan sisa kekayaannya dalam jangka waktu 10 tahun setelah ia wafat.

Respon Yayasan Gates

Merespons keputusan tersebut, pihak Gates Foundation merilis pernyataan tertulis yang menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan Buffett selama beberapa dekade. Sejak 2006, Buffett telah menyumbangkan lebih dari US$ 47 miliar kepada yayasan ini.

“Sumbangan beliau telah membantu kami memperluas dan mewujudkan misi yayasan untuk meningkatkan kesehatan serta membuka kesempatan bagi masyarakat di seluruh dunia,” tulis perwakilan yayasan.

Mereka juga menegaskan posisi keuangan yayasan tetap kokoh berkat komitmen Bill Gates yang berjanji akan mendonasikan 99% sisa kekayaan pribadinya ke yayasan tersebut, sebelum direncanakan tutup secara resmi pada 2045.

Tahun ini, Buffett mengalihkan aliran dananya dengan menyumbangkan sekitar US$ 4,5 miliar dalam bentuk saham ke Susan Thompson Buffett Foundation, serta masing-masing U$ 500 juta ke tiga yayasan yang dikelola oleh anak-anaknya yaitu Sherwood Foundation, Howard G. Buffett Foundation, dan Novo Foundation.

Keretakan Persahabatan

Keputusan Buffett juga menandai retaknya hubungan persahabatan yang telah berjalan puluhan tahun antara Buffett dan Gates. Mereka dikenal dekat: sering bermain kartu bridge bersama, berlibur, hingga saling menduduki kursi dewan di perusahaan masing-masing.

Buffett menyatakan sudah tidak berbicara dengan Gates selama beberapa bulan sejak dokumen investigasi terkait jaringan Jeffrey Epstein dirilis ke publik pada Desember 2025. Dokumen Departemen Kehakiman AS tersebut mengungkap sejumlah korespondensi email, jadwal pertemuan, hingga dokumentasi foto yang menunjukkan kehadiran Gates dalam acara-acara yang dihadiri Epstein.

Meskipun Gates berulang kali membantah terlibat dalam kejahatan Epstein dan mengklaim pertemuan tersebut murni demi kepentingan penggalangan dana amal, Buffett menyatakan tidak ingin terlibat dengan pihak-pihak yang berpotensi terseret kasus hukum.

“Sangat mengejutkan bagi saya bagaimana seseorang bisa begitu sukses menjadi penipu ulung dan menjerat begitu banyak orang kaya serta berkuasa dengan memanfaatkan kelemahan mereka. Saya tidak ingin terlibat dalam apa pun yang di kemudian hari dapat memicu penyelidikan hukum,” kata Buffett mengenai Epstein.

Saat ini, Gates Foundation dikabarkan telah menunjuk tim independen untuk mengevaluasi interaksi masa lalu yayasan dengan Epstein serta memperketat kebijakan kemitraan mereka di masa depan.

Latar Belakang Kasus Epstein

Keretakan hubungan Buffett dan Gates merupakan akumulasi dari rentetan skandal terkait Jeffrey Epstein yang terus membayangi elite global. Jeffrey Epstein, pemodal kaya raya asal AS, ditangkap pada Juli 2019 atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur sebelum akhirnya ditemukan tewas gantung diri di sel tahanan federal Manhattan pada Agustus tahun yang sama.

Meskipun Epstein telah meninggal, dokumen-dokumen pengadilan dan hasil investigasi federal yang dirilis bertahap terus menyeret nama-nama besar dari kalangan politisi, akademisi, hingga miliarder dunia, termasuk Bill Gates.

Bagi Warren Buffett, yang dikenal sangat menjaga reputasi integritas dan prinsip bisnis bersihnya di bawah bendera Berkshire Hathaway, kedekatan Gates dengan figur kontroversial seperti Epstein menjadi batasan etis yang tidak dapat ditoleransi. Hal ini mendorong keputusan untuk memutus kemitraan filantropi yang selama ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah modern.