— PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membuka rincian aktivitas operasional lima anak usahanya untuk periode April–Juni 2026. Laporan itu menyorot besaran biaya eksplorasi dan sejumlah perizinan baru yang diperoleh dalam kuartal tersebut.

Kelimanya adalah PT Citra Palu Minerals, PT Dairi Prima Mineral, PT Gorontalo Minerals, PT Linge Minerals Resources, dan PT Suma Heksa Sinergi. Dari daftar tersebut, PT Gorontalo Minerals tercatat menanggung beban eksplorasi terbesar.

Rincian Biaya Eksplorasi

Biaya eksplorasi pada periode April–Juni 2026 terserap paling signifikan oleh Gorontalo Minerals sebesar US$ 2,12 juta. Posisi berikutnya ditempati oleh PT Citra Palu Minerals dengan pengeluaran US$ 762,19 ribu.

Adapun pengeluaran lainnya tercatat: PT Suma Heksa Sinergi US$ 445,03 ribu; PT Linge Minerals Resources US$ 217,83 ribu; dan PT Dairi Prima Mineral US$ 22,3 ribu.

Perizinan Baru

Gorontalo Minerals memperoleh beberapa persetujuan selama kuartal ini, antara lain Persetujuan Akhir Studi Kelayakan Pertambangan Emas No. T-1057/MB.04/DJB/2026 tertanggal 5 Mei 2026, serta Persetujuan Teknis di Bidang Pengelolaan Limbah B3 Untuk Kegiatan Penimbunan Limbah B3 Untuk Penghasil No. B.433/G/PLB.5.3/06/2026 tertanggal 8 Juni 2026.

Sementara itu, Dairi Prima Mineral mendapatkan Persetujuan Akhir Laporan Studi Kelayakan Nomor T-1273/MB.04/DJB/2026 pada 10 Juni 2026.

Profil Gorontalo Minerals

BRMS tercatat memiliki 80% saham di PT Gorontalo Minerals (GM), sedangkan 20% saham dimiliki PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). GM memegang hak Kontrak Kerja untuk konsesi pertambangan seluas 24.995 hektar di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Sulawesi.

GM sedang melakukan pekerjaan eksplorasi di lokasi Sungai Mak dan Cabang Kiri. Perusahaan melaporkan Estimasi Sumber Daya menurut JORC sebesar 392 juta ton dengan kandungan 0,49% tembaga (Cu) dan 0,43 gram per ton emas (Au), yang berasal dari lokasi Sungai Mak, Cabang Kiri, Kayu Bulan, dan Motomboto.

Izin konstruksi dan produksi untuk GM disetujui pada Februari 2019, dengan periode konstruksi tiga tahun dan periode produksi 30 tahun, yang mengarah sampai 2052.