— PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menargetkan penghimpunan dana Tabungan Haji mencapai Rp17,6 triliun hingga akhir tahun ini, atau naik sekitar 10,7% dari realisasi 2025 sebesar Rp15,9 triliun. Target tersebut bagian dari strategi perseroan memperkuat porsi dana murah.

Bank syariah berkode saham BRIS itu juga membidik jumlah rekening Tabungan Haji naik menjadi 8,4 juta pada akhir 2026, atau tumbuh 21,74% dibandingkan 6,9 juta rekening pada Desember 2025. Per Mei 2026, dana pihak ketiga (DPK) BSI tercatat Rp372 triliun, meningkat 16,74% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan DPK didorong oleh dominasi dana murah, dengan rasio CASA meningkat menjadi 63,16%. Komposisi tabungan mencapai Rp165 triliun atau 44,35% dari total DPK. Tabungan haji menjadi salah satu kontributor utama: hingga Mei 2026 saldo Tabungan Haji BSI tercatat Rp16,25 triliun atau tumbuh 17,15% (yoy).

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan ekosistem haji dan umrah merupakan kekuatan utama perseroan dalam menyediakan layanan keuangan syariah yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat fundamental bisnis.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat membangun kebiasaan menabung sejak dini agar memiliki kesiapan finansial saat memperoleh kesempatan berangkat ke Tanah Suci,” ujar Anton, Rabu (15/7/2026).

Salah satu upaya meningkatkan Tabungan Haji adalah program Nabung Haji Berhadiah Umroh ke Tanah Suci periode Agustus-Desember 2025. Sebagai bentuk apresiasi, BSI memberangkatkan 50 nasabah pemenang program tersebut.

“Melalui program ini kami ingin memberikan apresiasi kepada nasabah yang konsisten mempersiapkan ibadah haji melalui Tabungan Haji BSI,” kata Anton.

Perjalanan umrah untuk 50 pemenang diselenggarakan bekerja sama dengan NRA Group, mitra travel resmi BSI, yang ditetapkan sebagai penyelenggara program setelah melalui proses seleksi dan evaluasi beberapa kandidat penyedia jasa perjalanan umrah. Pemilihan dilakukan untuk memastikan standar pelayanan, kenyamanan, dan kualitas penyelenggaraan ibadah bagi seluruh pemenang.

Anton menambahkan BSI membangun ekosistem haji dan umrah secara menyeluruh, mulai dari edukasi perencanaan keuangan, pembukaan rekening, pendaftaran haji, layanan digital, hingga program yang mendukung kesiapan finansial nasabah selama masa tunggu keberangkatan.

Selain memperkuat penghimpunan dana murah, BSI mempersiapkan pembukaan layanan di Jeddah, Arab Saudi, yang ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini. Kehadiran layanan di Jeddah diharapkan memudahkan jamaah haji dan umrah asal Indonesia yang selama ini mengandalkan layanan perbankan lokal di Arab Saudi.

“Jamaah haji dan umrah Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Selama ini mereka masih harus menggunakan layanan bank di sana. Dengan hadirnya BSI di Jeddah, kami berharap layanan kepada jamaah bisa semakin paripurna dan lebih familiar bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Setiap tahun sekitar 221 ribu jemaah diberangkatkan sesuai kuota Pemerintah Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, rata-rata sekitar 172 ribu jemaah atau 84,7% merupakan nasabah Tabungan Haji BSI.

Sejalan dengan tingginya minat masyarakat, tren pendaftaran haji melalui BSI terus meningkat. Pada periode 2025-2026, jumlah pendaftar haji di BSI naik 46,2% (yoy). Adopsi layanan digital juga menguat: pendaftaran haji melalui aplikasi BYOND by BSI mencapai 27% dari total pendaftar haji BSI pada 2026.

Mengacu pada data Kementerian Haji dan Umrah, jumlah daftar tunggu (waiting list) haji Indonesia saat ini mencapai sekitar 5,5 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 62,34% atau 3,4 juta merupakan nasabah Tabungan Haji BSI yang sedang menunggu keberangkatan.

“Masa tunggu haji yang panjang perlu dipersiapkan secara matang. Masyarakat perlu terus menabung untuk memenuhi kebutuhan biaya pelunasan haji, mengingat dalam 15-25 tahun ke depan biaya perjalanan ibadah haji berpotensi meningkat seiring inflasi dan dinamika nilai tukar,” jelas Anton.

Untuk mendorong budaya menabung berkelanjutan, BSI menghadirkan berbagai inovasi, antara lain fasilitas autodebet Tabungan Haji mulai Rp100 ribu per bulan, program blokir dana Mabrur Extra Rezeki (MAXI), serta Program Tabungan Haji Berhadiah Umrah.