Detak.media — Harga Bitcoin (BTC) mengalami pelemahan tipis pada perdagangan Senin pagi (13/7/2026) saat investor menantikan perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat dan dinamika politik yang melibatkan Presiden Donald Trump. Meski terkoreksi, sejumlah analis masih melihat tren Bitcoin tetap konstruktif dengan peluang menguji level US$ 73.000.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 06.40 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 0,55% menjadi US$ 2,19 triliun dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin tercatat berada di US$ 63.795,05 per koin atau sekitar Rp 1,15 miliar (kurs Rp 18.072 per dolar AS), melemah 0,14%.
Pergerakan Pasar dan Aset Lain
Indeks CoinDesk 20, yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar, terkoreksi 0,74%. Binance (BNB) turun 0,6% ke US$ 573, sementara Ethereum justru menguat 0,32% ke US$ 1.803.
Harga Bitcoin masih menunjukkan tren konstruktif dengan bertahan di kisaran US$ 62.000–US$ 63.000. Volatilitas mulai mereda, namun pelaku pasar kini lebih fokus pada isu regulasi di AS dan dinamika politik yang dianggap relevan terhadap sentimen industri aset digital.
Perkembangan Regulasi dan Isu Politik
Beberapa perkembangan di Washington dinilai memiliki potensi memengaruhi sentimen pasar. Lima senator senior dari Partai Demokrat—Elizabeth Warren, Richard Blumenthal, Gary Peters, Dick Durbin, dan Ron Wyden—secara terbuka mengkritik kedekatan Trump dengan industri kripto dan menyorot potensi konflik kepentingan yang menurut mereka perlu diawasi lebih lanjut.
Sementara itu, legislator AS masih bernegosiasi mengenai beberapa rancangan undang-undang kripto. Pimpinan Senat belum merilis teks final RUU yang mengatur struktur pasar aset digital, dan perbedaan pandangan di Dewan Perwakilan Rakyat turut memperlambat pembahasan, sehingga jadwal pengesahan regulasi menjadi tidak pasti.
Pasar dinilai sudah memperhitungkan kemungkinan adanya kemajuan regulasi. Investor menantikan kejelasan terkait regulasi stablecoin dan kerangka pasar aset digital yang lebih jelas, yang dipandang sebagai katalis positif jangka panjang bagi industri.
Prospek Harga Bitcoin
Perdagangan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir relatif tenang. Secara teknikal, selama BTC mampu bertahan di area US$ 61.000–62.000, tren kenaikan dianggap tetap terjaga; jika level itu ditembus, tekanan jual berpotensi meningkat.
Bitcoin tercatat menguat lebih dari 6% dalam sepekan terakhir dan sempat diperdagangkan di kisaran US$ 63.000–64.000 sebelum terkoreksi tipis. Aktivitas perdagangan masih solid, dengan volume transaksi harian sekitar US$ 80 miliar, dan dominasi Bitcoin berada di atas 58%.
Dalam skenario positif, kemajuan nyata dalam regulasi aset digital di AS dapat mendorong Bitcoin menguji level US$ 65.000 dan membuka peluang kenaikan menuju area US$ 73.000. Namun, skenario dasar memperkirakan pergerakan harga akan terbatas di kisaran US$ 61.000–65.000 selama proses politik berlanjut tanpa keputusan final.
Skenario negatif muncul jika dukungan bipartisan terhadap regulasi kripto memudar dan pembahasan berubah menjadi pertarungan politik; hal itu berisiko melemahkan sentimen dan mendorong Bitcoin turun ke kisaran atas US$ 50.000.
Ikuti Detak.media
