Detak Media — Harga Bitcoin (BTC) melesat pada Jumat pagi (3/7/2026), kembali menanjak setelah sempat menyentuh level terendah dalam 21 bulan. Meski kenaikan membuka peluang menuju US$65.000, pandangan analis masih terbagi terkait arah lanjutan pasar kripto.
Berdasarkan data pada pukul 07.50 WIB, kapitalisasi pasar kripto global naik 2,64% menjadi US$2,12 triliun dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin tercatat melonjak 2,6% ke US$61.289,8 per koin atau sekitar Rp1,1 miliar (kurs Rp17.980 per dolar AS).
Pergerakan Aset Kripto Lain
Indeks yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar naik 2,94%. Ethereum mencatat lonjakan 5,75% ke US$1.695, Binance (BNB) naik 1,9% ke US$557, XRP meningkat 3,56% ke US$1,08, Dogecoin (DOGE) ke US$0,07, dan Solana (SOL) menjadi US$80,67.
Sentimen Pasar dan Sinyal Risiko
Sentimen positif dipicu pernyataan pejabat bank sentral AS yang menilai tekanan inflasi masih tinggi, meski pasar menilai otoritas moneter akan berhati-hati dalam menentukan kebijakan. Namun, kenaikan belum sepenuhnya menghapus kekhawatiran: imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor lima tahun naik menjadi 4,22%, menunjukkan minat investor pada aset berpendapatan tetap.
Indikator Crypto Fear & Greed Index berada di kisaran 11, masuk kategori Extreme Fear, menandakan sentimen investor terhadap pasar kripto masih sangat lemah. Tekanan juga muncul dari arus dana keluar produk ETF Bitcoin spot di AS, yang sepanjang Juni mencatat outflow sekitar US$4,5 miliar, jumlah terbesar sejak peluncuran produk tersebut.
Analisis Teknikal dan Pandangan PlanB
Analis kripto PlanB menilai Bitcoin berpeluang menurun lebih lanjut. Menurutnya, Bitcoin menutup Juni pada level US$58.526, turun 20,5% sepanjang bulan—kinerja bulanan terburuk sejak Juni 2022.
PlanB mencatat harga Bitcoin saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan 200 pekan di kisaran US$62.000, namun masih berada di atas realized price sekitar US$52.000. Mengingat pada siklus bearish sebelumnya titik terendah Bitcoin pernah berada di bawah realized price, PlanB memperkirakan harga berpotensi turun mendekati US$52.000 sebelum memasuki fase pemulihan lebih kuat.
Akumulasi Ethereum
Perusahaan treasury aset kripto SharpLink melanjutkan akumulasi Ether setelah jeda delapan bulan. Data menunjukkan SharpLink membeli 10.000 ETH senilai sekitar US$16 juta pada 25–26 Juni, dengan harga rata-rata US$1.611 per ETH.
Dengan pembelian tersebut, total kepemilikan Ether perusahaan meningkat menjadi 866.725 ETH. Manajemen SharpLink menyatakan pembelian itu merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbesar cadangan Ether sebagai aset investasi.
Likuidasi dan Leverage Pasar
Laporan penyedia data institusional menyebut pasar kripto memasuki kuartal III-2026 dengan tingkat leverage yang lebih rendah setelah gelombang likuidasi besar pada kuartal sebelumnya. Selama kuartal II, likuidasi posisi beli (long liquidation) Bitcoin dan Ether mencapai US$8,35 miliar.
Penurunan leverage dinilai membuat pasar lebih stabil, tetapi ketersediaan likuiditas yang semakin tipis berpotensi menyebabkan pergerakan harga menjadi lebih tajam jika terjadi tekanan jual besar kembali.
Ikuti Detak Media
