— Harga Bitcoin (BTC) kembali menanjak ke level sekitar US$64.000 setelah data inflasi Amerika Serikat untuk Juni keluar lebih rendah dari perkiraan ekonom. Penurunan inflasi itu meredam tekanan pada kebijakan moneter sehingga aset berisiko, termasuk kripto, mengalami reli.

Angka-angka resmi menunjukkan laju inflasi dan komponen inti yang lebih landai, kondisi yang membuat pelaku pasar menilai peluang likuiditas tetap terjaga dan memicu aliran modal ke aset berisiko awal perdagangan.

Bureau of Labor Statistics melaporkan CPI utama bulan Juni sebesar 3,5% secara tahunan, lebih rendah dari prediksi konsensus 3,8%.

Sementara itu, core CPI (tanpa makanan dan energi) mencapai 2,6% YoY, lebih rendah dari perkiraan sekitar 2,8–2,9%. Harga utama juga turun 0,4% dibandingkan bulan sebelumnya.

Angka-angka ini jelas menurun dibandingkan headline Mei yang sebesar 4,2%, penurunan yang terutama didorong oleh biaya energi yang lebih rendah.

Bagi pasar aset kripto, dampaknya langsung terasa. Inflasi yang lebih rendah dari prediksi biasanya mengurangi urgensi kebijakan moneter yang agresif, sehingga kondisi likuiditas relatif terjaga dan investor menjadi lebih berani mengambil risiko.

Pergerakan harga Bitcoin dan token utama menguat di perdagangan awal seiring penurunan imbal hasil Treasury.

Kesaksian Ketua The Fed dan Implikasi Kebijakan

Pada hari yang sama, Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, bersaksi di depan Kongres dan menegaskan kembali sikap tegas bank sentral.

“The Fed tidak mentolerir inflasi yang terus-menerus tinggi,” ujar dia.

Warsh menegaskan bahwa inflasi inti ditentukan oleh kebijakan moneter, pesan yang konsisten dalam pernyataannya sejak menjabat posisi tersebut.

Dia menggambarkan pasar tenaga kerja sebagai umumnya stabil, sehingga menurutnya tidak ada kekhawatiran mendesak tentang pelemahan ekonomi yang memaksa perubahan kebijakan. Target suku bunga dana federal tetap berada di kisaran 3,5–3,75%.

Pendekatan Warsh mencerminkan fokus The Fed pasca 2022 dalam mengembalikan stabilitas harga setelah inflasi tertinggi dalam empat dekade.

Prospek Pasar dan Kalender Kebijakan

Data CPI hari ini menjadi bukti terkuat sejauh ini di tahun 2026 bahwa tren disinflasi mulai kembali menguat. Hal itu memberi konteks penting bagi investor, terutama mereka yang mengingat bagaimana inflasi tinggi sebelumnya membuat kebijakan ketat bertahan lebih lama.

Saat ini pasar menantikan pertemuan FOMC bulan Juli dan rilis data inflasi berikutnya. Jika tren penurunan ini terus berlanjut, kondisi keuangan berpotensi menjadi lebih longgar dan kepercayaan terhadap aset berisiko bisa meningkat hingga akhir tahun.

Dengan inflasi yang bergerak mendekati target 2% The Fed, keseimbangan antara kewaspadaan dan peluang menjadi kunci bagi investor aset kripto.