Detak.Media — Xiaomi dikabarkan tengah menguji pendekatan baru dalam layanan purna jual yang dinilai sangat ramah konsumen. Perusahaan ini mulai menyediakan layanan penggantian baterai dengan kapasitas lebih besar dari baterai bawaan pabrik untuk sejumlah model lama, tanpa perlu membeli perangkat baru.
Namun, layanan ini masih terbatas di pasar China dan belum ada pengumuman resmi terkait ekspansi ke pasar global.
Informasi ini mencuat setelah manajer produk Redmi mengungkapkan bahwa beberapa ponsel lama Xiaomi berpotensi mendapatkan baterai pengganti dengan teknologi terbaru yang memiliki kepadatan energi lebih tinggi.
Pengguna Bisa Dapat Daya Tahan Lebih Baik Tanpa Ganti Ponsel
Dalam pernyataannya, perwakilan Redmi menyarankan pengguna yang belum berencana mengganti ponsel dalam waktu dekat untuk menunda penggantian baterai, karena Xiaomi sedang menyiapkan baterai pengganti generasi baru dengan kapasitas yang ditingkatkan.
Artinya, pengguna ponsel lama bisa mendapatkan daya tahan baterai lebih lama dari kondisi awal saat ponsel pertama kali dibeli, hanya dengan mengganti baterai resmi di service center.
Salah satu contoh yang disebut secara spesifik adalah seri Xiaomi 13.
Xiaomi ternyata sudah lebih dulu menjalankan program ini secara resmi di China untuk tiga model flagship berikut:
- Xiaomi 13
- Xiaomi 13 Pro
- Xiaomi 13 Ultra
Biaya layanan ini dipatok 189 yuan atau sekitar Rp416.000, sudah termasuk baterai baru dan biaya pemasangan resmi.
Baterai pengganti tersebut menggunakan teknologi high-density battery cell terbaru, yang memungkinkan peningkatan kapasitas tanpa mengubah ukuran fisik baterai. Dengan kata lain, baterai tetap muat di ruang yang sama, tetapi menyimpan daya lebih besar.
Hasilnya, perangkat lama bisa memiliki screen-on time dan daya tahan harian yang lebih baik dibanding saat pertama kali dirilis.
Tidak Semua Model Akan Mendapat Upgrade
Xiaomi juga menegaskan bahwa program ini tidak berlaku untuk semua perangkat lama. Hanya model tertentu yang secara desain memungkinkan peningkatan kapasitas melalui teknologi baterai baru.
Meski begitu, hal ini memicu harapan besar dari pengguna global, terutama pemilik perangkat flagship lama seperti:
- Xiaomi 14
- Berbagai model Redmi
- Sejumlah perangkat POCO
Banyak dari perangkat tersebut dinilai masih sangat mumpuni untuk penggunaan harian, sehingga upgrade baterai jauh lebih menarik dibanding membeli ponsel baru.
Potensi Jadi Layanan Purna Jual Paling Ramah Konsumen
Jika Xiaomi benar-benar memperluas program ini ke pasar internasional, langkah tersebut bisa menjadi salah satu inovasi layanan purna jual paling progresif di industri smartphone.
Alih-alih mendorong pengguna untuk terus membeli perangkat baru, Xiaomi justru memberi opsi untuk memperpanjang usia pakai ponsel lama dengan performa baterai yang lebih baik dari sebelumnya.
Hingga kini, Xiaomi belum mengumumkan jadwal atau rencana resmi ekspansi layanan ini ke luar China. Namun, minat dan antusiasme pengguna global sudah terlihat tinggi, terutama di komunitas Xiaomi di berbagai negara.
Ikuti Detak.Media
