Detak.Media — Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB. Pusat Gempa terdata di koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur.
Rangkaian getaran itu memicu serangkaian gempa susulan. Sampai pelaporan awal, tercatat sembilan kali susulan dengan magnitudo berkisar 3,5 sampai 4,6, termasuk satu susulan terbesar magnitudo 4,5 pada pukul 10.38 WIB.
Data Gempa dan Kedalaman
Analisis Pusat Gempa Regional mencatat kedalaman pusat gempa susulan sangat dangkal, berkisar antara 0 hingga 14 kilometer. Getaran utama dan susulan dirasakan kuat di Kabupaten Sigi dan Kota Palu, serta merambat hingga Kabupaten Poso, yang berjarak sekitar 62 kilometer di sebelah barat laut pusat gempa.
Otoritas terkait menyatakan data rangkaian gempa bersifat sementara dan dapat diperbarui. Hingga informasi terakhir, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Kepanikan Warga Pasangkayu
Meskipun episentrum berada di Sulawesi Tengah, guncangan terasa kuat di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Warga melaporkan kepanikan dan berhamburan keluar rumah serta tempat usaha menuju area terbuka untuk mencari perlindungan.
Sejumlah ibu rumah tangga terlihat mengeluarkan anak-anak dari dalam bangunan, sementara pedagang meninggalkan lapak mereka. Pengendara sepeda motor sempat menghentikan laju kendaraan di pinggir jalan saat guncangan berlangsung.
“Saya sedang di dalam rumah, tiba-tiba lantai terasa bergoyang. Lemari dan kaca jendela ikut bergetar. Kami langsung keluar karena takut gempa semakin besar,”
ujar seorang warga Kelurahan Pasangkayu yang menyaksikan kejadian itu. Beberapa warga memilih berkumpul di halaman rumah, bahu jalan, dan lapangan terbuka untuk memantau situasi.
Warga Tetap Waspada
Sejumlah penduduk menyatakan getaran ini merupakan yang terasa paling kuat dalam beberapa bulan terakhir. Di Kota Palu, warga juga melaporkan sensasi guncangan yang cukup kuat meski tidak terlihat kerusakan bangunan yang kasatmata.
Banyak warga yang memilih bertahan di luar rumah beberapa menit setelah guncangan utama mereda sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.
Ikuti Detak.Media
