— Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Tenggara Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 11:14 WIB. Menurut laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa ini memiliki kedalaman 10 kilometer dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Guncangan gempa yang terjadi di wilayah strategis ini segera menjadi perhatian publik dan otoritas setempat.

Berdasarkan analisis data geofisika yang dirilis BMKG, pusat gempa bumi terletak pada koordinat 1,05 Lintang Selatan dan 120,10 Bujur Timur. Lokasi episentrum yang spesifik ini berada sekitar 29 kilometer di Tenggara Palu, Sulawesi Tengah. Dengan kedalaman yang relatif dangkal, hanya 10 kilometer di bawah permukaan laut atau darat, karakteristik ini seringkali membuat getaran gempa lebih terasa kuat di wilayah terdekat dengan pusat gempa.

BMKG tidak merilis informasi rinci mengenai skala intensitas guncangan (MMI) yang dirasakan oleh masyarakat. Namun, dengan magnitudo 5,2 dan kedalaman yang dangkal, getaran gempa ini berpotensi dirasakan oleh sebagian penduduk di Palu dan daerah-daerah sekitarnya di Sulawesi Tengah. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan segera mencari tempat aman jika merasakan guncangan yang kuat, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Meskipun gempa ini dinyatakan tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Penting bagi warga untuk memeriksa dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal mereka, apakah ada kerusakan atau retakan yang dapat membahayakan. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah termakan isu atau informasi yang tidak bertanggung jawab, dan selalu merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG atau instansi terkait lainnya demi menjaga keamanan dan ketertiban.