— Rencana ambisius menghadirkan lensa kamera magnetik sebagai bagian dari ekosistem modular terbaru Xiaomi dilaporkan mengalami hambatan serius. Fitur yang sebelumnya dikabarkan tengah disiapkan untuk lini flagship berikutnya, termasuk Xiaomi 18, kini disebut ditangguhkan secara internal setelah gagal lolos tahap pengujian.

Informasi ini diungkap oleh pembocor teknologi asal Tiongkok, Digital Chat Station (DCS). Dalam interaksinya di media sosial, DCS menyebut proyek lensa magnetik yang awalnya dijadwalkan meluncur tahun ini kini berstatus “suspended” atau dihentikan sementara.

Bocoran Terbaru Xiaomi 18 Pro Max: Layar 6,9 Inci, Baterai 8.500 mAh, Kamera 200 MP Ganda

Proyek Lensa Magnetik Gagal Lolos Uji

Menurut bocoran sebelumnya, Xiaomi mengembangkan aksesori berbasis PIN magnetik yang dapat terhubung langsung ke sasis perangkat. Sistem ini bukan sekadar magnet tempel, melainkan memiliki koneksi elektrik untuk suplai daya dan komunikasi data yang lebih stabil.

Beberapa aksesori yang sempat diuji meliputi:

  • Lensa kamera magnetik lepas-pasang
  • Teleconverter snap-on
  • Kipas pendingin magnetik
  • Modul layar sekunder magnetik

Namun, DCS menegaskan bahwa:

“Magnetic lenses and snap-on teleconverters tested but not passed at this time.”

Pernyataan tersebut mengindikasikan Xiaomi belum berhasil memenuhi standar keandalan mekanis, kualitas gambar, daya tahan, serta pengalaman pengguna yang dibutuhkan untuk rilis komersial.

Sempat Dikaitkan dengan Xiaomi 18 dan MIX Fold 5

Sejumlah laporan sebelumnya menyebut fitur ini akan hadir bersama perangkat premium seperti Xiaomi 18 series dan Xiaomi MIX Fold 5.

Lensa magnetik ini diproyeksikan menjadi bagian dari strategi fotografi premium Xiaomi, menghadirkan pengalaman mirip kamera profesional melalui aksesori modular yang terintegrasi langsung dengan perangkat.

Bahkan, Xiaomi disebut mengembangkan konektor PIN magnetik bawaan pada bodi ponsel untuk memastikan aksesori dapat berkomunikasi dengan latensi rendah serta pasokan daya yang stabil.

Tantangan Teknis yang Tidak Sederhana

Mengintegrasikan lensa eksternal dengan sistem kamera smartphone bukan perkara mudah. Presisi mekanis, kalibrasi optik, stabilitas fisik saat menempel, hingga sinkronisasi dengan algoritma pemrosesan gambar menjadi tantangan teknis yang kompleks.

Jika salah satu aspek ini tidak optimal, hasil foto justru bisa menurun atau pengalaman pengguna menjadi tidak praktis. Inilah yang diduga menjadi alasan utama proyek tersebut belum bisa dilanjutkan ke tahap produksi.

Xiaomi Akui Batalkan Xiaomi 17 Air: Terlalu Tipis, Baterai dan Performa Jadi Korban

Meski berstatus ditangguhkan, belum ada indikasi bahwa proyek ini dibatalkan secara permanen. Xiaomi dikenal agresif bereksperimen pada sisi perangkat keras, termasuk ponsel lipat, sistem pencitraan canggih, perangkat XR, hingga ekosistem aksesori pintar.

Penundaan ini bisa menjadi langkah Xiaomi untuk menyempurnakan teknologi sebelum benar-benar siap dihadirkan pada generasi perangkat berikutnya.