Detak.Media — PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi mulai Senin, 4 Mei 2026. Penyesuaian berlaku untuk produk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tetap.
Kebijakan ini diumumkan melalui pembaruan harga di laman resmi Pertamina dan jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah. Penyesuaian harga dilakukan mengikuti mekanisme evaluasi berkala yang mengacu pada tren harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Penyesuaian Ikuti Fluktuasi Harga Minyak Dunia
Pertamina menyebut, perubahan harga BBM Pertamina nonsubsidi merupakan konsekuensi dari dinamika pasar energi global. Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak mentah dunia bergerak fluktuatif akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan perubahan kebijakan produksi sejumlah negara produsen minyak.
Sebagai badan usaha milik negara yang mengelola sektor energi hilir, Pertamina menegaskan harga BBM nonsubsidi disesuaikan dengan formula yang mempertimbangkan harga minyak mentah Indonesia (ICP), kurs rupiah, serta biaya distribusi dan operasional.
Sebelumnya, pada 1 Mei 2026, harga BBM Pertamina masih belum mengalami perubahan. Namun, perkembangan pasar yang terus bergerak membuat penyesuaian akhirnya diberlakukan efektif 4 Mei 2026.
Rincian Harga BBM per 4 Mei 2026
Berikut daftar harga terbaru BBM Pertamina di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat:
- Pertamax Turbo (RON 98) naik Rp 500 per liter, dari Rp 19.400 menjadi Rp 19.900 per liter.
- Dexlite (CN 51) naik Rp 2.400 per liter, dari Rp 23.600 menjadi Rp 26.000 per liter.
- Pertamina Dex (CN 53) naik Rp 4.000 per liter, dari Rp 23.900 menjadi Rp 27.900 per liter.
Sementara itu, harga BBM lainnya tidak mengalami perubahan:
- Pertalite tetap Rp 10.000 per liter.
- Biosolar (Solar Subsidi) tetap Rp 6.800 per liter.
- Pertamax (RON 92) tetap Rp 12.300 per liter.
- Pertamax Green 95 tetap Rp 12.900 per liter.
Pertamina menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi tetap dijaga stabil guna melindungi daya beli masyarakat dan mendukung sektor transportasi serta logistik nasional.
SPBU Swasta Juga Lakukan Penyesuaian
Penyesuaian harga juga terjadi di SPBU swasta. Sejumlah operator non-PSO seperti Vivo Energy Indonesia dan BP-AKR turut menaikkan harga produk diesel mereka sejak 1 Mei 2026.
Produk Diesel Primus Plus di SPBU Vivo serta BP Ultimate Diesel dilaporkan dibanderol Rp 30.890 per liter. Tren ini menunjukkan bahwa harga BBM nonsubsidi di Indonesia semakin mengikuti mekanisme pasar global, khususnya untuk produk-produk diesel berstandar tinggi.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi, terutama pada segmen diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex, berpotensi berdampak pada sektor transportasi dan logistik yang menggunakan bahan bakar non-PSO. Namun, dengan tetapnya harga Pertalite dan Biosolar, pemerintah berupaya menahan tekanan inflasi yang lebih luas.
Pengamat energi menilai, selama harga minyak dunia dan kurs rupiah masih bergejolak, potensi penyesuaian harga BBM nonsubsidi ke depan tetap terbuka. Pertamina menyatakan akan terus melakukan evaluasi berkala sesuai perkembangan pasar dan regulasi yang berlaku.
Ikuti Detak.Media
