Harga BBM Pertamina Turun Mulai 1 Januari 2026, Simak Rincian Harga Pertamax Cs
PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Januari 2026. Perusahaan energi pelat merah ini menurunkan harga BBM nonsubsidi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia.
Penyesuaian harga ini mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum. Keputusan ini berdampak pada beberapa jenis BBM nonsubsidi.
Untuk wilayah Jakarta, harga Pertamax 92 mengalami penurunan sebesar Rp400, dari sebelumnya Rp12.750 menjadi Rp12.350 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo 98 turun Rp350 dari Rp13.750 menjadi Rp13.400 per liter.
BBM jenis Pertamax Green 95 juga mengalami penurunan harga sebesar Rp350, dari Rp13.500 menjadi Rp13.150 per liter. Dexlite mengalami koreksi harga paling signifikan di antara BBM nonsubsidi, yakni turun Rp1.200 dari Rp14.700 menjadi Rp13.500 per liter.
Pertamina Dex juga mengalami penurunan sebesar Rp1.400, dari harga Rp15.000 menjadi Rp13.600 per liter. Penyesuaian ini bertujuan untuk memberikan pilihan yang lebih kompetitif bagi konsumen BBM nonsubsidi.
Di sisi lain, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual seharga Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi masih dibanderol Rp6.800 per liter.
Berikut adalah daftar lengkap harga BBM Pertamina untuk semua jenis per 1 Januari 2026:
- Solar Subsidi (CN 48): Rp6.800 per liter
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp12.350 per liter
- Pertamax Green (RON 95): Rp13.150 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.400 per liter
- Dexlite (CN 51): Rp13.500 per liter
- Pertamina DEX (CN 53): Rp13.600 per liter