Detak.Media — Swiss mengonfirmasi satu kasus Andes hantavirus pada penumpang kapal pesiar MV Hondius yang kini dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit Universitas Zurich (USZ). Kasus ini menambah daftar infeksi yang dikaitkan dengan klaster penyakit misterius di kapal ekspedisi tersebut, yang sebelumnya dilaporkan menyebabkan tiga kematian dan memicu perhatian otoritas kesehatan internasional.
Virus yang teridentifikasi adalah Andes hantavirus—jenis langka dari keluarga hantavirus yang diketahui memiliki kemampuan penularan antarmanusia melalui kontak sangat erat, berbeda dengan sebagian besar hantavirus lain yang umumnya menular lewat paparan urin atau kotoran hewan pengerat.
Kronologi Wabah di Tengah Pelayaran Ekspedisi
Kapal yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions itu memulai pelayaran ekspedisi dari Ushuaia, Argentina pada 1 April 2026 dengan rute menuju Antartika dan kembali melintasi Samudra Atlantik.
Antara 6 hingga 28 April 2026, sejumlah penumpang mulai mengalami gejala yang awalnya tampak seperti infeksi umum: demam tinggi, gangguan pencernaan, nyeri otot, dan kelelahan ekstrem. Namun kondisi beberapa pasien memburuk cepat menjadi pneumonia berat, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), hingga syok.
Titik krusial terjadi pada 11 April 2026 ketika seorang pria asal Belanda meninggal dunia di atas kapal. Jenazahnya baru dapat dievakuasi pada 24 April saat kapal singgah di Saint Helena. Pada hari yang sama, 24 penumpang lainnya turun dari kapal, termasuk istri mendiang serta seorang penumpang yang kini dikonfirmasi positif di Swiss.
Istri korban kemudian dirawat di Afrika Selatan setelah menunjukkan gejala serupa, namun meninggal dunia pada 26 April 2026.
WHO Terima Laporan Resmi, Evakuasi Darurat Dilakukan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerima laporan resmi mengenai klaster penyakit pernapasan berat di kapal tersebut pada 2 Mei 2026. Pada 6 Mei, otoritas Swiss melalui Kantor Federal Kesehatan Masyarakat (FOPH) mengonfirmasi kasus Andes hantavirus pada pasien di Zurich.
Pasien tersebut diketahui mencari pertolongan medis setelah menerima pemberitahuan email dari operator kapal mengenai insiden kesehatan yang terjadi selama pelayaran.
Di waktu yang sama, WHO melaporkan total delapan kasus terkait klaster ini, dengan tiga di antaranya telah dikonfirmasi melalui uji laboratorium. Tiga pasien lainnya bahkan harus dievakuasi dari kapal di perairan dekat Tanjung Verde (Cape Verde) menggunakan ambulans udara menuju Belanda untuk penanganan medis darurat.
Saat ini, MV Hondius yang membawa sekitar 147 penumpang dan kru sedang berlayar menuju Kepulauan Canary, Spanyol. Otoritas setempat menyatakan kesiapan menerima kapal tersebut untuk menjalani investigasi epidemiologis menyeluruh, pemeriksaan medis, serta proses disinfeksi total, terpisah dari populasi lokal.
Fokus Penyelidikan: Sumber Awal dan Pola Penularan
Hingga kini, penyelidikan belum menemukan adanya tikus atau hewan pengerat di dalam kapal—fakta yang memperkuat dugaan bahwa penularan terjadi antarmanusia selama pelayaran.
Andes hantavirus sendiri dikenal di Amerika Selatan dan menjadi satu-satunya jenis hantavirus yang terbukti dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak erat, terutama dalam ruang tertutup dan interaksi jangka panjang.
WHO bersama otoritas kesehatan Swiss dan negara-negara terkait kini memfokuskan penyelidikan pada tiga kemungkinan sumber awal:
- Paparan sebelum penumpang naik kapal di Argentina
- Paparan saat kegiatan darat (shore excursion)
- Penularan antarmanusia di dalam kapal
Otoritas Kesehatan: Risiko Publik Tetap Rendah
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa risiko kesehatan masyarakat global dari insiden ini dinilai rendah karena pola penularan virus memerlukan kontak sangat dekat.
Senada, FOPH menyatakan kemungkinan munculnya kasus tambahan di Swiss sangat kecil. Pelacakan kontak erat pasien di Zurich kini sedang dilakukan secara intensif sebagai langkah pencegahan.
Meski demikian, insiden di MV Hondius menjadi perhatian serius komunitas kesehatan internasional karena menunjukkan potensi penyebaran Andes hantavirus di lingkungan tertutup dengan mobilitas internasional tinggi—situasi yang jarang terdokumentasi sebelumnya dalam konteks pelayaran ekspedisi.
Ikuti Detak.Media
