Detak.media — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan pengumuman terbaru mengenai saham yang masuk kategori high shareholding concentration (HSC) atau kepemilikan saham yang terkonsentrasi tinggi.
Dalam pengumuman itu, BEI mencatat ada 14 emiten yang baru dimasukkan ke daftar HSC per 30 Juni 2026.
Keempat belas emiten yang tercantum adalah Indoritel Makmur Internasional (DNET), Soho Global Health (SOHO), Multipolar Technology (MLPT), Metropolitan Kentjana (MKPI), MD Entertainment (FILM), Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ).
Kemudian Ekamas Mora Republik (MORA), Krom Bank Indonesia (BBSI), Prima Andalan Mandiri (MCOL), Siloam International Hospitals (SILO), Golden Energy Mines (GEMS), Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI), Maha Properti Indonesia (MPRO), serta Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMAR).
DNET tercatat sebagai emiten milik Anthoni Salim. MLPT dan SILO merupakan bagian dari Grup Lippo. Sementara MORA, GEMS, dan SMAR adalah emiten dari Grup Sinar Mas.
Dalam salah satu pengumumannya, BEI menyampaikan keterangan berikut tentang SMAR:
“Berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (high shareholding concentration) atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per tanggal30 Juni 2026, saham SMAR dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 99,58% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat SMAR,” papar BEI dalam salah satu pengumumannya.
Selain itu, BEI mencatat persentase kepemilikan terpusat pada beberapa emiten lain.
Saham MPRO dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 99,99% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat MPRO.
Saham ELPO dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 98,90% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat ELPI.
Saham GEMS dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 99,24% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat GEMS.
Ikuti Detak.media
